Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pemuda Sukadana Panen Hingga 10 Ribu Durian, Untung Rp25 Juta per Musim dari Jualan di Pinggir Jalan

Danang Prasetyo • Kamis, 18 Juni 2026 | 09:23 WIB
DURIAN : Pemuda asal Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Andi yang sukses mengembangkan perkebunan durian.(IST)
DURIAN : Pemuda asal Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Andi yang sukses mengembangkan perkebunan durian.(IST)

PONTIANAK POST — Keberkahan musim durian kembali dirasakan oleh para petani lokal, salah satunya adalah seorang pemuda asal Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Andi yang sukses mengembangkan perkebunan durian hingga mampu menopang perekonomian keluarganya secara mandiri. Dengan mengelola hampir 100 pohon durian di kebunnya, ia memproyeksikan hasil panen tahun ini dapat mencapai antara 8.000 hingga 10.000 butir buah durian. Berbeda dari yang biasanya hanya terjadi satu kali dalam setahun sekitar bulan Juni hingga Agustus, pada periode ini kebun miliknya justru berhasil mengalami dua kali masa panen, yakni pada bulan Desember lalu dan kembali berbuah lebat di pertengahan tahun ini.

Untuk menjaga keuntungan yang maksimal, ia memilih untuk memasarkan hasil panennya secara eceran langsung di tepi jalan, tidak menyalurkannya melalui tengkulak atau pengepul besar.

"Kalau buah kita jual sendiri eceran di tepi jalan. Memang dari dulu, walaupun sedang tidak musim durian, kita tetap jualan buah di pinggir jalan," ujarnya kepada awak media, pada Senin (15/06).

Baca Juga: Dana VA Telat Masuk, SPPG Program Makan Bergizi Gratis di Kayong Utara Sempat Hentikan Layanan

Setiap kali pergi ke tempat jualan, ia membawa sekitar 60 hingga 80 butir durian dengan menggunakan metode pikulan atau keranjang bambu (ambong). Jika ditotal, bobot muatan sekali jalan tersebut bisa mencapai 80 hingga 90 kilogram, mengingat rata-rata berat satu buah durian lokal miliknya berkisar di angka 1 kilogram.

Meski jenis durian yang ditanam didominasi oleh varietas lokal, ia menjamin kualitas rasa dan isi buahnya tidak kalah bersaing dengan durian hasil stek maupun durian impor asal Thailand.

Masa panen durian ini terbilang cukup singkat, yakni berkisar antara 3 hingga 4 minggu dengan puncak panen raya terjadi pada minggu kedua dan ketiga. Selama masa singkat tersebut, fluktuasi harga pasar kerap terjadi:

Baca Juga: Harga Emas Merosot, Penjualan Tak Ikut Naik, Toko Emas di Kayong Utara Ungkap Penyebabnya

Harga eceran durian kualitas bagus berukuran besar berkisar antara Rp15.000 hingga Rp30.000 per biji. Saat pasokan melimpah, harga eceran rata-rata stabil di angka Rp10.000 hingga Rp15.000, dengan harga tertinggi berkisar Rp20.000 per biji.

Dari hasil kerja kerasnya mengurus kebun dan berjualan secara mandiri dari pagi hingga malam, ia mampu mengantongi pendapatan bersih yang sangat menjanjikan. Ketika hasil panen melimpah, keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp20 juta hingga Rp25 juta per musim. Bahkan di saat buah sedang sedikit, ia tetap bisa membawa pulang omzet sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta per musim karena terbantu oleh harga jual buah yang melonjak naik.

Kisah pemuda dari Kampung Slage, Sukadana ini menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dalam mengelola potensi petani lokal dan keberanian memotong rantai distribusi pasar dapat menjadi pilar utama dalam menghidupi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. (dan)

Editor : Miftakhair
#Panen Durian #Durian Sukadana #Pemuda Sukadana #Durian Lokal #kayong utara