PONTIANAK POST- Warga mengeluhkan kondisi jalan poros yang menghubungkan Desa Telaga Arum dengan Desa Sungai Sepeti, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, yang mengalami kerusakan di sejumlah titik sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat.
Kerusakan jalan tersebut berdampak langsung terhadap perekonomian warga, terutama para petani kelapa sawit yang mengandalkan akses jalan tersebut untuk mengangkut hasil panen menuju tempat penampungan maupun penjualan.
"Saat musim hujan, kondisi jalan semakin memprihatinkan karena berubah menjadi licin dan berlumpur sehingga kendaraan pengangkut hasil panen sulit melintas. Akibatnya, proses distribusi hasil pertanian menjadi terhambat dan menambah biaya operasional masyarakat,"ungkap salah satu warga Septa, kepada Pontianak Post.
Baca Juga: Durian Gunung Sembilan Tembus Pasar Ketapang, Panen Melimpah Bawa Berkah bagi Petani Kayong Utara
Mengenai hal ini, warga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret dan menentukan solusi agar jalan tersebut kembali layak dilalui. Menurut mereka, perbaikan infrastruktur jalan sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Selain itu, warga juga menilai peran pihak eksekutif dan legislatif sangat diperlukan dalam memperjuangkan pembangunan dan perbaikan jalan poros Telaga Arum–Sungai Sepeti agar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil perkebunan dapat berjalan lancar dan perekonomian warga semakin meningkat.
"Dalam hal ini peran pihak eksekutif dan legislatif sangat diperlukan dalam memperjuangkan pembangunan dan perbaikan jalan poros Telaga Arum–Sungai Sepeti agar mobilitas masyarakat,"timpalnya. (dan)
Editor : Miftakhair