PONTIANAK POST – Perhelatan akbar Kayong Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kayong Utara ke-19 sekaligus Hari Bhayangkara ke-80 menuai sorotan dari pelaku seni lokal. Kemeriahan acara tersebut dinilai menyisakan cerita pilu bagi para musisi asli daerah yang merasa ruang kreativitasnya telah dipangkas di rumah sendiri.
Pasalnya, kekecewaan ini salah satunya disuarakan oleh Hendri Rimba, personel dari salah satu band Awan Senja asal Kecamatan Simpang Hilir. Ia menyayangkan sikap panitia dan pihak penyelenggara yang terkesan menutup mata terhadap potensi lokal dan lebih memilih mendatangkan talenta dari luar daerah.
"Band kami bukan hanya sekedar nge-band, tapi ada banyak karya original yang pernah dipublikasikan di berbagai media musik digital. Di momen HUT Kayong Utara ke-19 tahun ini, kami hanya dianggap sebelah mata," ujar Hendri.
Baca Juga: Pertina Kayong Utara Borong 10 Medali di Kejurprov Tinju Kalbar 2026, Semua Atlet Naik Podium
Hendri menilai, momentum besar seperti Kayong Fest seharusnya menjadi panggung emas untuk merayakan dan mengenalkan produk kreatif asli anak daerah kepada masyarakat luas. Namun kenyataannya, panggung megah tersebut justru didominasi oleh pengisi acara dari luar Kayong Utara.
"Band lokal banyak tidak diberdayakan, selalu band di luar Kayong yang diakomodir," tambahnya.
Kritik tersebut menjadi tamparan keras bagi ekosistem industri kreatif di Kayong Utara. Menurut Hendri, musisi lokal saat ini sudah jauh berkembang dan terbukti mampu memproduksi karya-karya orisinal yang bisa dinikmati secara digital, bukan sekadar band amatir yang tampil tanpa persiapan.
Baca Juga: Durian Gunung Sembilan Tembus Pasar Ketapang, Panen Melimpah Bawa Berkah bagi Petani Kayong Utara
Minimnya pelibatan band lokal dalam acara sebesar Kayong Fest dan Hari Bhayangkara ini dikhawatirkan dapat menyurutkan semangat generasi muda di Simpang Hilir dan sekitarnya untuk terus berkarya.
Para pegiat seni berharap, ke depannya pemerintah daerah maupun pihak penyelenggara memiliki komitmen nyata dan keberpihakan yang jelas dalam memberdayakan aset seniman lokal, agar mereka tidak hanya menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri. (dan)
Editor : Miftakhair