PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kayong Utara, sementara BPBD setempat mengajukan bantuan pemadaman melalui udara menggunakan water bombing kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sebelumnya diketahui, berdasarkan informasi dari BMKG Kalimantan Barat terdapat empat titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan menengah di wilayah Kabupaten Kayong Utara pada Selasa (7/7).
Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri, mengatakan sebelumnya kebakaran terjadi di Desa Sungai Mata-Mata, Kecamatan Simpang Hilir. Namun, api di lokasi tersebut kini telah berhasil dipadamkan.
"Untuk Karhutla sudah terjadi sekitar sejak Sabtu kemarin itu di Simpang Hilir, di Desa Sungai Mata-Mata. Untuk sekarang sudah padam," kata Fathul, Rabu (8/7).
Meski demikian, saat ini kebakaran masih terjadi di Desa Santai Lestari, Kecamatan Pulau Maya Karimata. Menurut Fathul, titik api di wilayah tersebut telah berlangsung sekitar dua hari dan hingga kini belum berhasil dipadamkan.
"Untuk sekarang ada titik api di Desa Santai Lestari, Kecamatan Pulau Maya, itu sudah berlangsung sekitar dua hari sampai saat ini belum padam," ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya pemadaman mengalami kendala karena titik api berada di tengah kawasan hutan sehingga sulit dijangkau oleh personel darat. Sejauh ini BPBD kabupaten Kayong Utara telah meminta bantuan kepada BNPB untuk upaya pemadaman menggunakan water bombing.
"Titik api adanya di tengah hutan, jadi personel darat kami sulit untuk menjangkau api. Sejauh ini kami telah meminta bantuan dari BNPB untuk pemadaman menggunakan water bombing, dan proses pemadaman saat ini menggunakan Water bombing" jelasnya.
Selain mengajukan bantuan pemadaman melalui udara, BPBD Kayong Utara juga terus berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD Provinsi Kalimantan Barat agar penanganan kebakaran dapat segera dilakukan.
Di tengah masih berlangsungnya upaya pemadaman, BPBD Kayong Utara mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan maupun perkebunan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Selain itu, BPBD juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para kepala desa, bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) di seluruh Kabupaten Kayong Utara untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang rawan terjadi bencana Karhutla. (dan)
Editor : Miftakhair