PONTIANAK POST - Menjelang perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan diselenggarakan pada 1 hingga 9 Agustus 2026 di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, diharapkan persoalan air bersih dan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dapat ditangani dengan baik.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara, H. Surya Aditya, kepada Pontianak Post, Senin (20/7).
Selanjutnya, dia menambahkan, kesulitan air bersih memang sudah menjadi permasalahan setiap tahunnya. Ditambah lagi, hal itu sudah menjadi pembicaraan masyarakat setiap tahunnya.
"Saya rasa kesulitan air ini sudah menjadi tradisi tiap tahun. Selalu alasan yang sama. Debit air kecil lah, kurangnya anggaran lah. Seharusnya kalau permasalahan sudah langganan tiap tahun, pemerintah daerah tahu dong solusinya, bukan malah kesusahan seperti sekarang," ungkapnya.
Begitu pula menyikapi soal BBM jenis Pertalite. Menurut dia, air bersih dan BBM menjadi salah satu kebutuhan yang mendasar untuk beraktivitas bagi masyarakat.
"Terkait Pertalite, hampir di setiap daerah semua pada mengeluh kurangnya pasokan minyak subsidi. Seharusnya panggil yang punya SPBU di Kayong Utara. Duduk bersama cari solusi bersama, dan pemerintah harus intervensi juga terhadap pengusaha SPBU yang ada," ungkapnya. (dan)
Editor : Hanif