Jelang MTQ Kalbar 2026, Pertamina Prioritaskan Pasokan BBM ke Kayong Utara, Stok Pertalite Ditambah Bertahap

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:24 WIB
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Ketapang-Kayong Utara, Rio Fairuz Prambudi, dalam rapat koordinasi terkait BBM di Kayong Utara dipimpin Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, didampingi Wakil Bupati Amru Chanwari, di Ruang Rapat Kantor Bupati Sukadana, Selasa (21/7).
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Ketapang-Kayong Utara, Rio Fairuz Prambudi, dalam rapat koordinasi terkait BBM di Kayong Utara dipimpin Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, didampingi Wakil Bupati Amru Chanwari, di Ruang Rapat Kantor Bupati Sukadana, Selasa (21/7).

PONTIANAK POST - Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 1-9 Agustus 2026, Pertamina Patra Niaga memastikan prioritas dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Kayong Utara. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat selama berlangsungnya MTQ.

Komitmen tersebut disampaikan Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Ketapang-Kayong Utara, Rio Fairuz Prambudi, dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, didampingi Wakil Bupati Amru Chanwari, di Ruang Rapat Kantor Bupati Sukadana, Selasa (21/7).

"Pertama-tama saya ingin menjawab terkait adanya lonjakan aktivitas nanti di tanggal 1 sampai 9 karena adanya acara MTQ yang akan diselenggarakan di Kayong Utara. Oleh karena itu, untuk memitigasi hal ini, Pertamina siap untuk memprioritaskan Kayong Utara untuk pengiriman BBM di pagi hari," jelasnya.

Baca Juga: Kelangkaan BBM di Ketapang, Bupati Alexander Wilyo Minta Pertamina Tambah Kuota dan SPBU Tak Naikkan Harga

Selain itu, Ia juga menyampaikan kelangkaan BBM yang terjadi beberapa hari terakhir disebabkan oleh keterlambatan pasokan,"Keterlambatan pasokan, namun hari ini kapal sudah datang membawa 900 KL Pertalite, atau 900.000 liter Pertalite. Dan akan tetap ditopang, dibantu oleh IT Pontianak dan FT Pangkalan Bun untuk memastikan stok-stok pada Ketapang dan Kayong Utara tetap tersedia di SPBU-SPBU."

"Dan nanti di tanggal 26, jika memang tidak ada kendala, Pertalite akan datang lagi dengan kapasitas 2.500 KL atau 2,5 juta liter. Dan diharapkan, kami dapat mengisi stok SPBU-SPBU yang sebelumnya kosong dan mengatasi antrean-antrean panjang seperti ini," tambahnya Rio.

Dalam rapat tersebut, Bupati Romi Wijaya menegaskan pentingnya memastikan distribusi BBM berjalan lancar, terlebih menjelang pelaksanaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan dipusatkan di Kabupaten Kayong Utara. Menurutnya, ketersediaan BBM merupakan kebutuhan vital yang berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat maupun kelancaran pelaksanaan agenda berskala provinsi tersebut.

"Jadi tolong diprioritaskan, jadi jangan dianggap sepele hal-hal seperti ini. Kita mengeliminir semua yang bisa menjadi pemicu kereresahan warga," tegasnya.

Baca Juga: Kelangkaan BBM di Ketapang, Bupati Alexander Wilyo Minta Pertamina Tambah Kuota dan SPBU Tak Naikkan Harga

Selain memastikan kecukupan stok, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara juga mendorong sejumlah langkah strategis, antara lain penambahan kuota BBM nonsubsidi, optimalisasi jam operasional SPBU, serta penguatan pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi agar distribusinya tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak

Kemudian, skema penyaluran melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau pemerintah desa dapat menjadi alternatif yang layak dikaji. (dan)

Editor : Miftakhair
kayong utara Pertamina bbm Mtq kalbar