Karhutla di Kayong Utara Capai 520 Hektare, BPBD Fokus Padamkan Api di Tiga Kecamatan dan Minta Water Bombing

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:56 WIB
Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara saat ini memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara saat ini memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

PONTIANAK POST - Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara saat ini memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tiga kecamatan, sementara total luas lahan yang terdampak kebakaran sejak 9 hingga 21 Juli 2026 diperkirakan mencapai sekitar 520 hektare.

‎‎Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kayong Utara, Fathul Bahri, mengatakan fokus penanganan saat ini berada di Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, dan Pulau Maya.

‎"Sejak 9 Juli sampai 21 Juli 2026, total luas dampak lahan yang terbakar kurang lebih mencapai 520 hektare," kata Fathul,Rabu (22/7).

Baca Juga: Api Karhutla Mengganas di Kayong Utara, Tiga Rumah, Kebun Warga, hingga Ternak Jadi Korban Asap Pekat

Selanjutnya, ‎wilayah yang menjadi fokus penanganan meliputi Desa Simpang Tiga, Desa Sejahtera, Desa Riam Berasap, Desa Pemangkat, Desa Satai Lestari, dan Desa Kamboja. Selanjutnya ‎Fathul menyebut, berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan meluasnya kebakaran.  BPBD bersama instansi terkait terus berkoordinasi dalam pencegahan dan penanganan karhutla di lapangan.

‎"Langkah yang dilakukan antara lain berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat langsung dalam pencegahan dan penanganan karhutla, menghimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, melaksanakan patroli, serta operasi pemadaman darat bersama Manggala Agni, KPH Kayong, kepolisian, LPHD, Lembaga Podasi Rumah Hijau, dan masyarakat," ujarnya.

‎Selain pemadaman di darat, BPBD Kayong Utara juga setiap hari berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Barat dan BNPB untuk meminta dukungan operasi pemadaman udara menggunakan water bombing. ‎Meski demikian, proses pemadaman di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala.

‎‎Menurut Fathul, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan ketebalan mencapai dua hingga empat meter, sehingga api sulit dipadamkan.

Baca Juga: BPBD Tunggu Rekomendasi BMKG untuk Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Guna Percepat Penanganan Karhutla

‎"Kendala di lapangan, sekitar 89 persen lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan ketebalan dua sampai empat meter. Jarak ke sumber air cukup jauh, akses masuk lokasi juga sulit sehingga mobilisasi peralatan terkendala. Selain itu, partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam penanganan karhutla masih perlu ditingkatkan,"tutupnya. (dan)

Editor : Miftakhair
water bombing Kayong Utara BPBD KALBAR Karhutla 2026 terbakar kecamatan