PONTIANAK POST – Ketersediaan air bersih dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi bagian yang diantisipasi panitia menjelang pelaksanaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.
Kesiapan tersebut dibahas bersama pimpinan kafilah 14 kabupaten/kota dalam Technical Meeting MTQ XXXIV Kalbar di Pendopo Bupati Kayong Utara, Kamis (23/7).
Ketua Umum Panitia MTQ XXXIV Kalbar Erwin Sudrajat mengatakan, kondisi Kayong Utara yang saat ini memasuki musim kemarau berdampak terhadap ketersediaan air bersih.
"Panitia telah mengantisipasinya dengan menyiapkan tim untuk menyuplai air bersih ke tempat penginapan kafilah," kata Erwin di Sukadana.
Erwin mengatakan, suplai air direncanakan dilakukan dua kali sehari, setiap pagi dan sore, sehingga kebutuhan peserta maupun pendamping selama berada di Kayong Utara tetap terpenuhi.
Selain air bersih, ketersediaan BBM juga mendapat perhatian. Kelangkaan BBM yang terjadi di Kayong Utara akan diantisipasi pemerintah daerah dengan berkoordinasi bersama Pertamina.
"Panitia akan menyiapkan voucher BBM bagi kafilah yang membawa kendaraan. Pada saat yang sama, stok BBM selama penyelenggaraan MTQ akan ditambah untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan transportasi," terangnya.
Erwin juga menjelaskan kesiapan akomodasi bagi 14 kafilah. Panitia menggunakan rumah warga atau homestay yang berada tidak jauh dari lokasi perlombaan.
Setiap kafilah mendapatkan tiga rumah. Dua rumah diperuntukkan bagi peserta dan satu rumah untuk pendamping. Lokasi ketiga rumah tersebut juga diupayakan tidak berjauhan sehingga memudahkan koordinasi masing-masing kafilah.
Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Kalbar H. Andi Musa menegaskan penyelenggaraan MTQ tidak hanya menyangkut kesiapan arena perlombaan. Pelayanan terhadap peserta dan dewan hakim harus menjadi perhatian utama panitia.
"Tujuh pelayanan dasar yang harus dipastikan berjalan dengan baik," kata dia.
Ketujuhnya adalah tempat lomba termasuk lokasi pembukaan dan penutupan; akomodasi dewan hakim, kafilah dan ofisial; konsumsi; transportasi lokal; fasilitas kesehatan; keamanan seluruh rangkaian MTQ; serta pelayanan Liaison Officer (LO) bagi 14 kabupaten/kota.
Materi tujuh pelayanan dasar tersebut juga ditampilkan pada layar utama di Pendopo Bupati Kayong Utara dan menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan.
Andi menekankan tujuh sektor tersebut bersentuhan langsung dengan kenyamanan kafilah dan kelancaran pelaksanaan MTQ. Karena itu, persoalan yang muncul selama kegiatan harus dapat ditangani dengan cepat melalui koordinasi panitia, LO dan pimpinan kafilah.
Technical meeting dihadiri ketua kafilah dari seluruh kabupaten/kota se-Kalbar bersama LO masing-masing. Forum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menyampaikan kesiapan tuan rumah serta menginventarisasi kebutuhan kafilah sebelum pelaksanaan MTQ XXXIV Kalbar. (*)
Editor : Miftahul Khair