Karhutla Belum Mereda di Kayong Utara, Lima Rumah Sudah Terbakar, Asap Pekat dan Krisis Air Bersih Hantui Warga

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 10:37 WIB
Tampak rumah tinggal puing di TR 4 Transmigrasi Semanai setelah dilahap sijago merah yang begitu cepat, Kamis (23/07). (ISTIMEWA)
Tampak rumah tinggal puing di TR 4 Transmigrasi Semanai setelah dilahap sijago merah yang begitu cepat, Kamis (23/07). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST -  Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara, Kamiriluddin melaporkan bahwa terdapat dua unit rumah kembali terbakar di kawasan pemukiman transmigrasi Semanai, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kamis (23/07). Rumah milik Burhanuddin atau yang akrab dipanggil Bang Han dan rumah disebelahnya atas nama Dedi di TR 4. Dengan demikian, disampaikan Kamiriluddin, jumlah rumah yang ludes terbakar di kawasan tersebut bertambah menjadi lima rumah, sejak bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah tersebut sejak sekitar dua pekan lalu.

Sampai saat ini, dikatakannya lagi, petugas pemadaman masih melakukan upaya pemadaman. Walaupun ketersediaan air di wilayah tersebut terbatas, sehingga menjadi salah satu faktor sulitnya memadamkan kobaran api di pemukiman yang baru dibuka sejak tahun 2016 itu. Selain pemadaman dilakukan dari darat, juga dilakukan melalui udara. Setiap hari Waterboom atau pengeboman air lewat udara dilakukan helikopter.

"Waterboom cukup membantu dalam mengurangi jumlah rumah yang terancam dilahap si jago merah. saya tidak bisa bayangkan kalau tidak ada helikopter melakukan Waterboom, rumah yang terbakar bisa lebih banyak lagi," sebutnya.

Baca Juga: Karhutla Ancam Pusat Rehabilitasi Orangutan YIARI, BNPB Kerahkan Water Bombing

Saat ini, warga transmigrasi mulai mengeluhkan kondisi udara yang pekat sehingga mengganggu pernafasan. Ditambah lagi, sulitnya air bersih di kawasan tersebut hingga membuat penderitaan warga kian bertambah.

"Di sana air bersih juga sulit, hingga membuat penderitaan warga kian bertambah,"cetusnya.  (dan)

Editor : Miftakhair
Karhutla kayong utara ludes terbakar rumah warga kekurangan air