PONTIANAK POST – Antrean panjang di sejumlah SPBU akibat keterlambatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dikeluhkan masyarakat Kabupaten Kayong Utara. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga, terutama yang bergantung pada BBM untuk mobilitas harian, aktivitas nelayan, transportasi, hingga pengangkutan hasil pertanian.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga, Tomi. Ia berharap pasokan BBM di Kayong Utara dapat kembali normal agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.
"Ketika pasokan BBM terhambat, dampaknya terasa secara langsung. Antrean lama di SPBU mengurangi waktu warga untuk bekerja atau beraktivitas," katanya. Menurut Tomi, pemerintah daerah perlu segera berkoordinasi untuk mengevaluasi kondisi pasokan, termasuk mempercepat penambahan maupun pengiriman BBM ke Kayong Utara.
"Ya semoga saja pemerintah dan Pertamina dapat segera mengatasi persoalan ini. Dengan harapan aktivitas warga kembali normal," tambahnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat Kabupaten Kayong Utara akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 1-9 Agustus 2026.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM ke Kabupaten Kayong Utara menjadi prioritas menjelang pelaksanaan MTQ. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Komitmen itu disampaikan Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Ketapang-Kayong Utara, Rio Fairuz Prambudi, dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Kayong Utara Romi Wijaya didampingi Wakil Bupati Amru Chanwari di Ruang Rapat Kantor Bupati Sukadana, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Kapolres Ketapang Perintahkan Pengawasan Ketat Distribusi BBM di Seluruh SPBU
"Pertama-tama saya ingin menjawab terkait adanya lonjakan aktivitas nanti di tanggal 1 sampai 9 karena adanya acara MTQ yang akan diselenggarakan di Kayong Utara. Oleh karena itu, untuk memitigasi hal ini, Pertamina siap untuk memprioritaskan Kayong Utara untuk pengiriman BBM di pagi hari," jelasnya.
Rio mengatakan keterlambatan pasokan menjadi penyebab kelangkaan BBM yang terjadi beberapa hari terakhir. Namun, menurutnya, pasokan mulai kembali didukung dengan kedatangan kapal pembawa Pertalite.
"Keterlambatan pasokan, namun hari ini kapal sudah datang membawa 900 KL Pertalite, atau 900.000 liter Pertalite. Dan akan tetap ditopang, dibantu oleh IT Pontianak dan FT Pangkalan Bun untuk memastikan stok-stok pada Ketapang dan Kayong Utara tetap tersedia di SPBU-SPBU," ungkapnya.
Ia menambahkan, pada 26 Juli, apabila tidak terdapat kendala, Pertalite kembali akan dikirim dengan kapasitas 2.500 KL atau 2,5 juta liter.
"Dan diharapkan, kami dapat mengisi stok SPBU-SPBU yang sebelumnya kosong dan mengatasi antrean-antrean panjang seperti ini," tambah Rio.
Dalam rapat tersebut, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menegaskan pentingnya memastikan distribusi BBM berjalan lancar, terlebih menjelang pelaksanaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalbar.
Baca Juga: Antrean BBM Panjang di SPBU Sanggau, Pemkab Ungkap Penyebab Distribusi Terganggu
Menurutnya, ketersediaan BBM merupakan kebutuhan penting yang berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat maupun kelancaran agenda tingkat provinsi tersebut.
"Jadi tolong diprioritaskan, jadi jangan dianggap sepele hal-hal seperti ini. Kita mengeliminir semua yang bisa menjadi pemicu keresahan warga," tegasnya.
Selain memastikan kecukupan stok, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara juga mendorong sejumlah langkah strategis, seperti penambahan kuota BBM nonsubsidi, optimalisasi jam operasional SPBU, serta penguatan pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran.
Skema penyaluran melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau pemerintah desa juga menjadi alternatif yang dapat dikaji untuk mendukung distribusi BBM kepada masyarakat.(dan)
Editor : Miftakhair