PONTIANAK POST – Personel Polres Kayong Utara melaksanakan pengamanan dan pemantauan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di empat stasiun pengisian, yakni SPBU Teluk Batang, SPBN Sukadana, SPBU Rantau Panjang, dan SPBU Padu Banjar, Senin (27/7/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Selama kegiatan, personel mengawasi proses pengisian BBM, mengatur antrean kendaraan, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar mematuhi aturan selama berada di area SPBU maupun SPBN. Pengamanan juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan penyalahgunaan distribusi BBM.
Polisi Pastikan Penyaluran BBM Berjalan Lancar
Kapolres Kayong Utara AKBP Adi Prabowo, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan pengamanan distribusi BBM merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga kelancaran distribusi energi di Kabupaten Kayong Utara.
"Kami memastikan pendistribusian BBM di seluruh SPBU dan SPBN wilayah Kabupaten Kayong Utara berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan Polri agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan nyaman dan situasi kamtibmas tetap kondusif," ujar Kapolres.
Baca Juga: Antrean BBM Mulai Muncul di Kubu Raya, Bupati Sujiwo Desak Pertamina Cegah Krisis Distribusi Lagi
Antrean Kendaraan Terpantau Normal
Selama pengamanan berlangsung, antrean kendaraan di seluruh lokasi terpantau normal. Proses penyaluran BBM di SPBU Teluk Batang, SPBN Sukadana, SPBU Rantau Panjang, dan SPBU Padu Banjar juga berjalan tanpa kendala.
Kondisi keamanan di seluruh lokasi pengisian BBM dilaporkan tetap aman, kondusif, dan terkendali hingga kegiatan berakhir.
Menjelang pelaksanaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Pertamina Patra Niaga Wilayah Ketapang–Kayong Utara memastikan pasokan BBM untuk Kabupaten Kayong Utara diprioritaskan guna mengantisipasi lonjakan konsumsi.
Pertamina menyebut keterlambatan distribusi yang sempat terjadi mulai berangsur pulih setelah kapal pengangkut tiba membawa 900 kiloliter (KL) atau 900.000 liter Pertalite, serta dijadwalkan tambahan pasokan 2.500 KL atau 2,5 juta liter Pertalite pada 26 Juli 2026 untuk memperkuat stok di wilayah Ketapang dan Kayong Utara.
PT Pertamina Patra Niaga bersama Polda Kalimantan Barat memastikan ketersediaan BBM dan LPG di Kalimantan Barat dalam kondisi aman dan mencukupi. Pertamina juga memperketat pengawasan distribusi untuk memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran, termasuk di wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan maupun kendala distribusi.*
Editor : Uray RonaldSumber : Humas Polri