Musim Kemarau di Kayong Utara, Antrean BBM Panjang Bikin Distribusi Air Bersih Warga Terkendala

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 10:50 WIB
Antrean panjang dan krisisya BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.  (ISTIMEWA)
Antrean panjang dan krisisya BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST  - Antrean panjang pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara berdampak terhadap aktivitas masyarakat, terutama pelaku usaha yang bergantung pada pasokan bahan bakar minyak (BBM). Salah satunya dirasakan pedagang air keliling, Sadiqin, warga Teluk Batang ia mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM.

Menurut Sadiqin, antrean panjang dan sulitnya BBM kondisi tersebut membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan para pelangan air bersihnya.

"Kalau dilihat antrean kendaraan dari dalam SPBU hingga di luar SPBU, bisa memakan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Kalau saya ikut menunggu, bisa menghabiskan waktu setengah hari," ujarnya.

Baca Juga: Krisis BBM Kalbar Meluas, Warga Pontianak Terpaksa Dorong Motor, Antrean Mengular di SPBU

Ia mengatakan situasi tersebut semakin memberatkan karena Kabupaten Kayong Utara saat ini memasuki musim kemarau. Ketersediaan air bersih di sejumlah titik mata air pegunungan mulai berkurang, sementara kebutuhan masyarakat terhadap air bersih justru terus meningkat.

Agar tetap dapat melayani pelanggan, Sadiqin mengaku terpaksa membeli BBM eceran di pinggir jalan dengan harga mencapai Rp18.000 per liter. Meski lebih mahal, langkah itu terpaksa diambil agar distribusi air bersih kepada warga tidak terhenti.

"Air bersih ini kebutuhan dasar bagi setiap warga. Mau tidak mau saya harus membeli BBM eceran di pinggir jalan dengan harga Rp18.000 per liter," ungkapnya sembari menarik selang air ke rumah salah seorang warga.

Sadiqin berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengurai kepadatan antrean di SPBU. Menurutnya, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah memperluas jaringan distribusi BBM hingga ke desa-desa melalui pangkalan atau titik penyaluran resmi.

Baca Juga: Kepala BGN Kayong Utara Adi Afrianto Dipindah ke Papua, Diduga Main HP Saat Pengarahan Sudaryono

"Perlu adanya pangkalan-pangkalan yang diberi izin khusus untuk membantu penyaluran BBM hingga ke desa-desa, sehingga tidak terjadi kelangkaan maupun antrean panjang di satu titik SPBU," katanya.

Selain memperluas distribusi, ia juga meminta pemerintah memastikan pasokan BBM tetap tersedia secara merata di setiap kecamatan hingga pelosok desa. Pengawasan distribusi dinilai penting untuk mencegah terjadinya penumpukan maupun penyalahgunaan.

"Kepada pemerintah, saya berharap distribusi BBM dapat lebih merata hingga ke tingkat kecamatan dan desa, pasokan tetap terjamin, serta dilakukan pengawasan agar tidak terjadi penumpukan atau penyalahgunaan," harapnya. (dan)

Editor : Miftakhair
antrean BBM Kayong Utara bbm teluk batang