Salat Magrib Berjemaah Penuhi Arena Utama MTQ XXXIV Kalbar, Harjani Hefni: Luruskan Niat Menjemput Kemuliaan Al-Qur'an

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 18:36 WIB
Salat Berjemaah – Ribuan peserta, dewan hakim, kafilah, dan tamu melaksanakan Salat Magrib berjemaah di Arena Utama MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kayong Utara, Minggu (2/8). Bupati Kayong Utara Harjani Hefni mengajak seluruh peserta meluruskan niat untuk menjemput kemuliaan Al-Qur
Salat Berjemaah – Ribuan peserta, dewan hakim, kafilah, dan tamu melaksanakan Salat Magrib berjemaah di Arena Utama MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kayong Utara, Minggu (2/8). Bupati Kayong Utara Harjani Hefni mengajak seluruh peserta meluruskan niat untuk menjemput kemuliaan Al-Qur'an serta menjadikan MTQ sebagai momentum memperkuat keimanan, persaudaraan, dan syiar Islam.

 

PONTIANAK POST – Pemandangan yang menggetarkan hati tersaji di arena utama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026). Ribuan dewan hakim, peserta, ofisial kafilah, panitia, serta masyarakat memadati pelataran depan panggung utama untuk melaksanakan salat Magrib berjemaah.

Hamparan saf yang memanjang memenuhi lapangan, berlatar megahnya panggung utama MTQ dengan kubah keemasan, menghadirkan suasana yang mengingatkan pada pelaksanaan shalat Idulfitri maupun Iduladha. Seluruh jamaah berdiri rapat dalam satu saf tanpa membedakan asal daerah, jabatan maupun peran, mencerminkan persatuan umat Islam dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

Tradisi salat berjemaah di arena MTQ ini merupakan inisiatif yang telah dimulai sejak pelaksanaan MTQ tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut kembali dilanjutkan pada MTQ XXXIV sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan ruh Al-Qur'an, sehingga MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur'an, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui ibadah bersama.
Usai shalat Magrib, Dr. H. Harjani Hefni menyampaikan tausiah yang mengajak seluruh jamaah meluruskan niat dalam mengikuti MTQ.

Ia menegaskan, siapa pun yang berinteraksi dengan Al-Qur'an akan merasakan nikmat dan keberkahannya.
"Tempat turunnya Al-Qur'an, yaitu Makkah dan Madinah, menjadi kawasan yang sangat diberkahi Allah sehingga setiap tahun dikunjungi jutaan manusia dari seluruh dunia," ujarnya.

Harjani juga mengingatkan bahwa waktu diturunkannya Al-Qur'an, yakni pada malam Lailatul Qadar, merupakan malam yang paling mulia. Bahkan, menurutnya, lembaran kertas yang digunakan untuk menuliskan ayat-ayat Al-Qur'an pun memperoleh kemuliaan karena menjadi media bagi kalam Allah.

"Kalau tempatnya dimuliakan, waktunya dimuliakan, bahkan medianya pun dimuliakan, maka mudah-mudahan kita yang hadir di MTQ ini juga dimuliakan oleh Al-Qur'an," tuturnya.

Namun, ia menekankan bahwa kemuliaan tersebut sangat bergantung pada niat setiap orang.

"Apa pun yang kita lakukan, kalau niatnya mulia, insyaallah hasilnya juga mulia. Mari sama-sama kita luruskan niat, menjemput keberkahan Allah. Semoga Allah menerima setiap niat baik kita," pesannya.

Suasana khusyuk salat berjemaah yang menyatukan ribuan insan pecinta Al-Qur'an itu menjadi salah satu momen paling berkesan pada hari pertama pelaksanaan MTQ XXXIV Kalimantan Barat di Kayong Utara. Momen tersebut sekaligus menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar kompetisi, melainkan juga syiar Islam yang menghidupkan nilai-nilai ibadah, persaudaraan, dan kecintaan kepada Al-Qur'an. *

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
MTQ Kalbar 2026 salat maghrib kayong utara kalbar Sukadana