PONTIANAK POST – MTQ Kalbar 2026 atau Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat resmi dibuka di Pelataran Sail Selat Karimata, Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026). Pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan yang disusul denting irama senggayong, alat musik tradisional khas Kayong Utara yang terbuat dari bambu.
Ribuan peserta, ofisial, dewan hakim, tamu undangan, serta masyarakat memadati arena pembukaan. Ajang keagamaan terbesar di Kalimantan Barat ini diikuti seluruh kabupaten dan kota sebagai wadah memperkuat syiar Islam, mempererat persaudaraan, sekaligus melestarikan budaya daerah.
Acara pembukaan dihadiri Dr. H. Oesman Sapta Odang (OSO), Anggota DPD RI Daud Yordan, Anggota DPR RI Boyman Harun, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, Kapolres Kayong Utara AKBP Adi Prabowo, jajaran Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat, serta tamu undangan lainnya.
Gubernur Apresiasi Kerja Keras Tuan Rumah
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kayong Utara beserta seluruh panitia yang telah mempersiapkan penyelenggaraan MTQ hingga berjalan lancar.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara beserta seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga MTQ ini dapat terselenggara dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara di bawah kepemimpinan Bupati Romi Wijaya menegaskan komitmennya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kafilah dan tamu yang hadir selama pelaksanaan MTQ.
"Semoga ajang MTQ XXXIV ini membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, serta mewujudkan Kalimantan Barat yang semakin religius dan harmonis," kata Romi.
Pawai Ta'aruf Jadi Simbol Persatuan dan Budaya
Sebelum pembukaan resmi, rangkaian kegiatan diawali dengan Pawai Ta'aruf yang dilepas Gubernur Ria Norsan dari kawasan Tugu Durian Sukadana.
Sebanyak 34 peserta ambil bagian, terdiri atas 12 kafilah kabupaten/kota serta 22 peserta dari perangkat daerah, instansi vertikal, dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Kayong Utara.
Mobil-mobil hias bernuansa Islami dan budaya lokal melintasi sejumlah ruas jalan utama Sukadana. Ribuan warga memadati sepanjang rute untuk menyaksikan iring-iringan peserta.
Menurut Ria Norsan, Pawai Ta'aruf bukan sekadar seremoni, melainkan sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Barat.
"Pawai Ta'aruf ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan MTQ. Tujuannya bukan untuk mencari siapa yang kalah atau menang, tetapi bagaimana kita meningkatkan persatuan dan kesatuan umat Islam melalui ukhuwah Islamiyah," katanya.
Ia menambahkan keberagaman budaya yang ditampilkan setiap daerah menjadi kekuatan yang mempererat persatuan masyarakat Kalimantan Barat.
Dewan Hakim Diminta Menjaga Integritas Penilaian
Pada hari yang sama, Gubernur Ria Norsan melantik Dewan Hakim MTQ XXXIV di Pendopo Bupati Kayong Utara. Prosesi diawali dengan penyematan atribut kehormatan dan pengucapan sumpah jabatan.
Dalam arahannya, gubernur menegaskan pentingnya menjaga integritas, objektivitas, dan tanggung jawab selama proses penilaian berlangsung.
"Jaga tugas ini dengan sebaik-baiknya. Amanah yang diberikan juga harus dipegang dengan sebaik-baiknya," pesannya.
Ia mengingatkan bahwa setiap keputusan dewan hakim harus dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada peserta maupun secara moral.
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya meyakini pengalaman para dewan hakim akan menghasilkan penilaian yang profesional, adil, dan objektif sehingga mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik untuk mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Ribuan Jemaah Salat Magrib Bersama di Arena MTQ
Menjelang malam, suasana religius semakin terasa ketika ribuan dewan hakim, peserta, ofisial, panitia, dan masyarakat melaksanakan Salat Magrib berjemaah di arena utama MTQ.
Saf salat memenuhi pelataran depan panggung utama. Tradisi salat berjemaah ini kembali menjadi bagian dari rangkaian MTQ sebagai penguat nilai spiritual sebelum perlombaan dimulai.
Usai salat, Harjani Hefni menyampaikan tausiah yang mengajak seluruh peserta meluruskan niat dalam mengikuti MTQ.
"Apa pun yang kita lakukan, kalau niatnya mulia, insyaallah hasilnya juga mulia. Mari sama-sama kita luruskan niat, menjemput keberkahan Allah," ujarnya.
Pesan tersebut disambut khidmat oleh peserta dan masyarakat yang memenuhi arena utama hingga akhir rangkaian kegiatan hari pertama. (dan)
MTQ Kalbar 2026 Dalam Angka
Peserta
- 14 kafilah dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
- Total 775 orang terdiri atas:
- Peserta putra: 316
- Peserta putri: 317
- Ofisial: 140
- Cadangan: 2
Jadwal Pelaksanaan
- 2 Agustus : Pembukaan
- 3–6 Agustus : Babak penyisihan
- 7 Agustus : Babak final
- 8 Agustus : Penutupan
- 9 Agustus : Kepulangan kafilah
Fakta Menarik MTQ Kalbar XXXIV
Tilawah Usia Emas
MTQ Kalbar menyediakan cabang Tilawah Usia Emas sebagai ruang bagi peserta lanjut usia untuk tetap berprestasi dalam syiar Al-Qur'an.
Kaligrafi Digital
Perlombaan kaligrafi kini mencakup kategori digital sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Ramah Disabilitas
MTQ juga membuka cabang Tilawah Tuna Netra sebagai wujud kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas netra untuk berkompetisi.
FAQ MTQ Kalbar 2026
Kapan MTQ XXXIV Kalbar berlangsung?
Pelaksanaan berlangsung pada 2–9 Agustus 2026 di Kabupaten Kayong Utara.
Berapa jumlah peserta yang mengikuti MTQ?
Sebanyak 775 orang yang terdiri atas peserta, ofisial, dan cadangan dari 14 kafilah.
Apa tujuan utama MTQ?
Selain mencari qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik, MTQ menjadi sarana memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah, dan membangun karakter masyarakat yang religius.
Apa yang membedakan MTQ tahun ini?
MTQ XXXIV menghadirkan cabang Tilawah Usia Emas, Kaligrafi Digital, serta Tilawah Tuna Netra yang mencerminkan semangat inklusivitas dan adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro