1.000 Hektar Lahan Hangus dan Krisis Air Bersih, Kayong Utara Minta Dukungan BNPB

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 14:02 WIB
Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, menghadiri Rapat Teknis Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). (PROKOPIM)
Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, menghadiri Rapat Teknis Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). (PROKOPIM)

PONTIANAK POST - Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, menghadiri Rapat Teknis Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat yang digelar di Posko Satgas Udara Lanud Supadio, Kamis (6/8).

Rapat itu menjadi forum koordinasi untuk memperkuat langkah penanganan Karhutla menghadapi puncak musim kemarau serta menyamakan langkah dalam upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan Karhutla di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Di forum itu, Pemkab menyampaikan kondisi terkini Karhutla. Berdasarkan data akumulasi BPBD Provinsi Kalimantan Barat yang bersumber dari BPBD, Manggala Agni, dan KPH Kayong, luas lahan terdampak kebakaran di Kabupaten Kayong Utara telah mencapai lebih dari 1.000 hektare.

Baca Juga: Polres Kubu Raya dan DPRD Perkuat Kolaborasi Cegah Karhutla serta Jaga Kamtibmas

Sebagian besar titik panas (hotspot) berada di kawasan rawan bencana dengan karakteristik lahan gambut yang sulit dijangkau dan memiliki keterbatasan sumber air, sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus. Wabup memohon dukungan langsung kepada Kepala BNPB RI agar Kabupaten Kayong Utara mendapatkan bantuan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

"Saya juga menyampaikan permohonan bantuan kepada Kepala BNPB agar Kabupaten Kayong Utara dibantu peralatan pemadam kebakaran, mobil tangki, serta pembuatan sumur bor, mengingat saat ini Kayong Utara juga mengalami krisis air bersih," ujar Amru.

Wabup menegaskan bahwa Pemkab terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, KPH, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mengendalikan Karhutla.

Melalui rapat teknis tersebut, diharapkan langkah penanganan Karhutla di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Kayong Utara, dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan mampu menekan risiko bencana asap yang berdampak pada kesehatan, lingkungan, serta aktivitas masyarakat. (dan)

Editor : Miftahul Khair
1000 hektare musim kemarau bnpb karhutla krisis air bersih