PONTIANAK POST - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kayong Utara naik mencapai 401 kasus dalam periode 1–10 Agustus 2026. Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Kayong Utara menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di tengah musim kemarau panjang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Kayong Utara, Fransiska Wardiani, mengatakan karhutla menjadi salah satu faktor utama yang perlu diwaspadai dalam peningkatan kasus ISPA saat ini.
“Karhutla menjadi penyebab utama meningkatnya kasus ISPA, apalagi saat ini kita menghadapi kemarau yang cukup panjang. Asap dari kebakaran hutan dan lahan dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan masyarakat,” ujar Fransiska.
Baca Juga: Kasus ISPA Kubu Raya Naik 30 Persen, Sungai Raya Disebut Jadi Episentrum Karhutla dan Kabut Asap
Fransiska mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi udara mulai dipengaruhi asap Karhutla. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan gejala ISPA seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, dan demam. Jika mengalami gejala yang cukup berat atau berkelanjutan, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. (dan)
Editor : Miftakhair