Karhutla Kayong Utara Bakar Lebih dari 1.000 Hektar, Polres dan Pemkab Gelar Salat Istisqa

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:40 WIB
Polres Kayong Utara bersama Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menggelar salat Istisqa dan Doa Bersama di halaman Mapolres Kayong Utara, Sukadana.
Polres Kayong Utara bersama Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menggelar salat Istisqa dan Doa Bersama di halaman Mapolres Kayong Utara, Sukadana.

PONTIANAK POST - Polres bersama Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menggelar Salat Istisqa dan doa bersama di halaman Mapolres Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kamis (13/8). Kapolres Kayong Utara, AKBP Adi Prabowo, mengatakan bahwa kegiatan ibadah ini merupakan ikhtiar batiniah dalam menghadapi kondisi darurat kekeringan serta karhutla yang melanda kawasan Kayong Utara.

"Sebagai usaha kita secara spiritual, kita memohon kepada Allah SWT untuk segera diturunkan hujan, sehingga bencana kekeringan dan kebakaran hutan yang melanda wilayah kita ini bisa teratasi," ujar AKBP Adi Prabowo kepada awak media, Kamis (13/8).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres tersebut dan menegaskan bahwa ikhtiar di lapangan telah dikerahkan secara maksimal, namun keterbatasan fasilitas dan personel membuat bantuan Ilahi sangat diharapkan.

Baca Juga: Perkuat Keamanan dan Cegah Karhutla, Pemkab dan Polres Mempawah Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Ia juga memaparkan kondisi memprihatinkan yang sedang dihadapi wilayahnya, di mana cuaca panas ekstrem telah memicu krisis air bersih dan karhutla skala besar.

"Kondisi ini sangat memprihatinkan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Cuaca panas berkepanjangan membuat warga Sukadana dan sekitarnya kesulitan air bersih. Sampai hari ini, diperkirakan lebih dari 1.000 hektar lahan dan hutan terbakar di Kayong Utara. Daerah kita termasuk satu dari lima kabupaten rawan Karhutla di Kalimantan Barat," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penanganan fisik di lapangan kerap terkendala keterbatasan alat dan personel, sehingga hujan menjadi kunci utama untuk memadamkan titik api secara menyeluruh. (dan)

Editor : Miftakhair
kekeringan karhutla pemkab Polres Kayong Utara