Pemkab Kayong Utara dan KIPP Bersinergi Tangani Karhutla dan Krisis Air Bersih

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:30 WIB
Bersama Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Pemkab menerima dukungan strategis dua unit armada truk air (water truck) dan sarana penunjang lainnya di pelataran Masjid Agung Oesman Al-Khair, Sukadana, Jumat (14/8). (PROKOPIM)
Bersama Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Pemkab menerima dukungan strategis dua unit armada truk air (water truck) dan sarana penunjang lainnya di pelataran Masjid Agung Oesman Al-Khair, Sukadana, Jumat (14/8). (PROKOPIM)

PONTIANAK POST - Merespons peningkatan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta ancaman kekeringan di musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara mengambil langkah cepat dengan menggandeng sektor swasta. 

Melalui kolaborasi bersama Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Pemkab menerima dukungan strategis berupa dua unit armada truk air (water truck) dan sarana penunjang lainnya di pelataran Masjid Agung Oesman Al-Khair, Sukadana, Jumat (14/8/2026).

Bantuan operasional tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan manajemen KIPP, Dev Herinda, dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari. Dua unit armada truk air ini akan berkeliling secara intensif menjangkau 22 desa di wilayah Sukadana guna mendistribusikan air bersih sekaligus mendukung kesiapsiagaan pencegahan Karhutla.

Baca Juga: Prabowo Resmikan 2.500 Jembatan dan 3.000 Titik Air Bersih, Sanggau Ikut dari 3 Lokasi

Selain armada truk air, Pemkab Kayong Utara juga menerima tambahan dua unit pompa air, 4.000 lembar masker, multivitamin, susu, serta dukungan akomodasi dan konsumsi yang dikhususkan bagi personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang saat ini sedang bekerja keras di lapangan.

"Kami dari Pemda Kayong sangat berterima kasih sekali adanya kepedulian dan rasa kebersamaan terhadap masalah yang sedang kita hadapi sekarang," ucapnya.

"Dengan krisis air ini juga dirasakan oleh seluruh masyarakat Kayong Utara tentunya dengan keterbatasan jumlah personil, jumlah peralatan, jumlah armada yang dimiliki oleh Pemkab Kayong. Alhamdulillah hari ini, kita dapat pinjaman dua unit water truck yang tentunya ini sangat berarti bagi kami dan sangat berarti pula untuk masyarakat Kayong Utara," tambahnya.

Perwakilan manajemen KIPP, Dev Herinda, menekankan bahwa partisipasi perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial. Ia menyadari sepenuhnya bahwa ancaman Karhutla pada musim kemarau adalah permasalahan kolektif yang membutuhkan intervensi kolaboratif.

Baca Juga: Tandon Air 2.000 Liter Diberikan ke Ponpes di Kubu Raya, Bantu Penuhi Kebutuhan Santriwati

"Kami memahami bahwa memasuki musim kemarau, potensi Karhutla menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, KIPP ingin mengambil bagian sesuai dengan kemampuan yang kami miliki untuk mendukung para petugas dan masyarakat di Kayong Utara,” ujarnya.

"Menjaga Kayong Utara bukan tanggung jawab satu pihak. Pemerintah, perusahaan, aparat dan masyarakat memiliki peran masing-masing. Kami berharap dukungan ini dapat memperkuat kerja bersama di lapangan dan membantu melindungi masyarakat serta lingkungan,” tutupnya. (dan)

Editor : Miftahul Khair
Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) pemkab kayong utara karhutla krisis air bersih