PONTIANAK POST - Pengembangan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) tidak hanya membutuhkan pembangunan fasilitas dan teknologi.
Sumber daya manusia dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri juga menjadi bagian penting yang dipersiapkan sejak awal.
Hal itu dilakukan melalui Operations Development Programme (ODP). Sebanyak 89 peserta telah menyelesaikan pelatihan selama tiga bulan di Holingol, China, dan kini kembali ke Indonesia.
Baca Juga: Pemerintah Serius Bagun Jaringan Rel Kereta Api Trans-Kalimantan, Sebut Rusia dan China Berminat
Belajar Langsung di Lingkungan Industri
Program ODP diinisiasi KIPP untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pusat pengolahan aluminium terintegrasi di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara.
Sebelum berangkat, peserta mendapatkan pembekalan bahasa Mandarin selama tiga bulan. Setelah tiba di China, mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga berinteraksi dengan instruktur dan tenaga kerja asal China.
Rivalzan, salah satu peserta, mengatakan pengalaman paling berharga adalah kesempatan mempelajari teknologi yang berkaitan langsung dengan proses aluminium.
“Pengalaman yang paling berharga itu yang pasti ilmu mengoperasikan sel elektrolisis, karena kesempatan ini sangat langka. Apalagi kita bisa belajar langsung di China,” ungkapnya dikutip dari Antara (18/8).
Baca Juga: Jepang Temukan Unsur Tanah Jarang di Perairan Pasifik, Kurangi Ketergantungan pada China
Disiplin Jadi Bekal Kerja
Pengalaman di China juga memperkenalkan peserta pada budaya kerja yang berbeda.
Robin Mahendra mengatakan para shifu mengajarkan pentingnya disiplin sekaligus cara membangun hubungan profesional di lingkungan kerja.
“Mereka mengajarkan kami untuk selalu disiplin, bagaimana cara membangun relasi dengan atasan, dan juga bagaimana cara untuk disiplin dengan pekerjaan,” ujarnya.
Dari 89 peserta tersebut, 14 orang merupakan putra-putri asli Kayong Utara. Mereka diharapkan dapat membawa pengalaman internasional tersebut ketika nantinya bekerja di daerah sendiri.
Baca Juga: Universitas China Buka Jurusan Tanah Jarang, Jadi Peluang Emas bagi Putra-Putri Kalbar
Rivalzan menyatakan dirinya siap kembali bekerja dan berkarya untuk Kayong Utara.
“Saya juga siap berkarya untuk Kayong. Saya sudah siap membawa ilmu yang sudah saya dapatkan di China,” katanya.
Pulang Membawa Bekal Baru
Kepulangan 89 peserta menandai berakhirnya tahap pelatihan di China sekaligus menjadi awal persiapan memasuki dunia kerja.
Mereka kini membawa pengalaman mengenai teknologi aluminium, budaya kerja, kedisiplinan, serta pengalaman berinteraksi dengan tenaga kerja asing.
Baca Juga: Benarkah Mobil China Lebih Murah? Ini Perbandingan Harga dan Biaya Kepemilikannya
Bagi KIPP, program tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan SDM untuk mendukung pengembangan industri di Pulau Penebang.
Sementara bagi Kayong Utara, keberadaan 14 talenta lokal di dalam program menjadi peluang agar masyarakat daerah ikut mengambil peran dalam pertumbuhan industri yang sedang dipersiapkan.
Editor : Khoiril Arif Ya'qob