Warga Kayong Utara Kesulitan Air Bersih, Program ABSAH Didorong Segera Diusulkan ke Kementerian

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 12:13 WIB
Wakil Ketua Komisi I, Yulisman didampingi anggota Kamiriluddin dan Rudi berkoordinasi dengan Kepala BWSK 1 Pontianak, M Tahid terkait program ABSAH di ruang kerjanya. (ISTIMEWA)
Wakil Ketua Komisi I, Yulisman didampingi anggota Kamiriluddin dan Rudi berkoordinasi dengan Kepala BWSK 1 Pontianak, M Tahid terkait program ABSAH di ruang kerjanya. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST -  Wakil Ketua Komisi I, Yulisman didampingi anggota, Kamiriluddin dan Rudi mendatangi Balai Wilayah Sungai Kalimantan (BWSK) 1 Pontianak. Legislator dari Kayong Utara ini diterima Kepala BWSK, M Tahid, ST. MPPM didampingi sejumlah staf di ruang kerjanya.

M Tahid menjelaskan, Program ABSAH adalah Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan, sebuah infrastruktur penyediaan air baku mandiri dan ramah lingkungan yang digagas oleh Kementerian PUPR. Program itu menampung air hujan dan menyaringnya menggunakan media akuifer buatan seperti kerikil, pasir, bata merah, batu gamping, ijuk, dan arang untuk daerah sulit air. Di Kalbar, dikatakan M Tahid, sejumlah daerah sudah pernah direalisasikan. Sejumlah daerah tersebut, diakui M Tahid, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Sintang.

“Untuk daerah lain termasuk di Kayong Utara sepertinya belum, tapi silahkan coba masukkan proposal segera dan akan kita sampaikan ke kementerian,” jelasnya.

Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Respons Keluhan Warga Serimbu soal Jalan, Sekolah, Jembatan dan Air Bersih

Wakil Ketua Komisi I, Yulisman mengaku program tersebut sangat dibutuhkan bagi masyarakat Kayong Utara. Terlebih, seperti saat ini kekeringan sehingga masyarakat sangat kesulitan mendapatkan air.

“Setidaknya kalau ada bak penampung air di tiap desa atau dusun, ini bisa meringankan beban masyarakat terlebih di musim panas seperti sekarang ini,” katanya.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi I, Kamiriluddin. Menurutnya, program ABSAH sangat strategis bagi masyarakat Kayong Utara. Khususnya, di sejumlah pemukiman yang sebagian besar belum mendapatkan aliran air bersih.

“Saya berharap Pemkab Kayong Utara melalui dinas terkait memfollow up program ini, sehingga bisa diusulkan melalui Bupati ke Kementerian dan tahun depan bisa terealisasi,” katanya. (dan)

Editor : Miftakhair
kekeringan kayong utara BWSK-I Air Bersih program