Kemarau Panjang di Kayong Utara, TNI Gencarkan Edukasi Cegah Karhutla dan Warga Hadapi Krisis Air

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 12:19 WIB
Sosialisasi dan edukasi pencegahan karhutla secara masif di Kantor Camat. (ISTIMEWA)
Sosialisasi dan edukasi pencegahan karhutla secara masif di Kantor Camat. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST — Satuan Tugas (Satgas) Penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI menggelar sosialisasi dan edukasi pencegahan karhutla secara masif di Kantor Camat Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, kemarin. Langkah preventif ini dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya titik api (hotspot) sekaligus meminimalkan dampak musim kemarau ekstrem di kawasan pesisir Kalimantan Barat.

Kegiatan dipimpin Ketua Tim Satgas Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Kolonel Inf Deden, didampingi lima perwira menengah lintas matra, yakni Kolonel Laut (S) Agung Trianto, Kolonel Laut (S) Tommy Basta, Kolonel Mar Edi Susilo, Kolonel Mar M.J. Siregar, dan Letkol Lek Pahotan Sitorus. Rombongan disambut Camat Sukadana Ismail UJ, Pj Kepala Desa Gunung Sembilan, Pj Kepala Desa Sedahan Jaya, tokoh adat, serta perwakilan masyarakat.

Dalam arahannya, Deden menegaskan pendekatan edukatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci pencegahan karhutla sejak dini. Menurutnya, penanggulangan karhutla merupakan tanggung jawab bersama.

Baca Juga: Bupati Ketapang Cek Langsung Penanganan Karhutla, Petugas Dapat Bantuan di Tengah Cuaca Panas

"Pembakaran sekecil apa pun di tengah kondisi musim kemarau seperti sekarang sangat rentan memicu titik api besar yang sulit dikendalikan. Dampaknya tidak main-main dan berantai, mulai dari ancaman kesehatan pernapasan, kerusakan ekosistem lingkungan, hingga lumpuhnya perekonomian warga," tegas Deden.

Ia meminta kepala desa, perangkat pemerintah, dan tokoh masyarakat menjadi pelopor edukasi serta segera melaporkan potensi titik api sebelum membesar. Camat Sukadana Ismail UJ mengapresiasi dukungan Mabes TNI. Ia mengatakan wilayahnya tengah menghadapi kemarau panjang yang memicu suhu tinggi, kesulitan air bersih, serta kabut asap tipis hingga sedang.

"Kehadiran tim penyuluhan Mabes TNI memberikan dorongan moral yang sangat berarti dan penguatan nyata bagi pemerintah kecamatan dalam mengedukasi warga agar lebih waspada," kata Ismail.

Ismail mengimbau warga menghemat air, saling membantu menghadapi krisis air, membatasi aktivitas di luar rumah, serta menggunakan masker medis atau respirator saat kabut asap meningkat.

Baca Juga: WHW Bantu BPBD Ketapang Tangani Karhutla, Kerahkan Damkar hingga Ekskavator ke Lokasi Kebakaran

Selain langkah teknis, warga Desa Pampang Harapan dan Desa Riam Berasap menggelar Doa Akasah keliling kampung sebagai ikhtiar memohon hujan dan perlindungan dari bencana.

"Kegiatan Doa Akasah keliling kampung ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar batiniah warga untuk memohon pertolongan dan doa kepada Allah SWT agar segera menurunkankan hujan yang membawa keberkahan dan manfaat. Kami berharap Kabupaten Kayong Utara dijauhkan dari marabahaya bencana karhutla dan krisis kekeringan yang berkepanjangan," tutup Ismail. (dan)

Editor : Miftakhair
Satgas Karhutla Karhutla kayong utara krisis air TNI kemarau panjang