PONTIANAK POST - Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA menggelar pelatihan inovasi teknologi pembelajaran kimia bagi guru IPA di SMPN 1 Sukadana, Senin (1/9). Mengusung tema “Pengembangan Produk dan Komersialisasi dalam Rangka Penguatan Ekonomi Lokal”, kegiatan tersebut menghadirkan Saidi Bin Rasemi dari Sarawak, Malaysia, sebagai narasumber. Pelatihan diikuti guru IPA se-Kabupaten Kayong Utara yang tergabung dalam MGMP IPA serta 24 siswa SMP yang mengikuti praktik pembuatan sabun.
Saidi membagikan praktik dan inovasi pembelajaran kimia yang diterapkan di Malaysia, termasuk pembuatan sabun. “Pembuatan sabun itu mudah, cukup dengan tiga bahan saja,” ujarnya saat memandu praktik.
Selain siswa, para guru mengikuti praktik pembuatan sabun alami berbahan tumbuhan dan buah lokal, losion alternatif untuk perawatan luka berbahan paku ikan dan buah kedabu, serta gel dan krim untuk membantu menghilangkan bekas luka.
Baca Juga: Pemprov Kalbar dan Pemkab Landak Perkuat PAUD, Fokus Pendidikan Karakter dan Gizi Anak
Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara Jumadi Gading mengatakan guru IPA tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga perlu mampu mengembangkan produk pembelajaran yang berpotensi dikomersialisasikan untuk mendukung ekonomi lokal.
“Guru harus menjadi agen perubahan. Dengan inovasi teknologi, pembelajaran kimia bisa lebih menarik, kontekstual, dan berdampak langsung pada pengembangan potensi daerah kita,” kata Jumadi.
Ia berharap kegiatan tersebut mendorong lahirnya produk berbasis sains dari sekolah. Salah satu gagasan yang muncul dari siswa adalah pembuatan sabun berbahan serai yang dapat digunakan sebagai penangkal nyamuk sekaligus untuk perawatan kulit. (dan)
Editor : Miftakhair