Embung Darurat Dibuat di Padu Banjar, Tim KPH Malah Dapat Laporan Karhutla Saat Meninjau Lokasi

Danang Prasetyo • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 13:45 WIB
UPT KPH Wilayah Kayong Utara, saat melakukan pemadaman api. (ISTIMEWA)
UPT KPH Wilayah Kayong Utara, saat melakukan pemadaman api. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - UPT KPH Wilayah Kayong Utara kembali melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari evaluasi patroli, groundcheck, dan pemadaman yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Dari evaluasi ditemukan keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala saat pemadaman.

Sebagai langkah antisipasi, UPT KPH Wilayah Kayong bersama sejumlah pihak membuat embung darurat di lokasi rawan kebakaran. Embung dibuat dengan memanfaatkan parit yang memiliki debit air terbatas untuk menampung air sebagai sumber pemadaman.

PT Mayawana Persada mendukung kegiatan tersebut dengan menyediakan satu unit excavator beserta operator. Dukungan itu digunakan untuk mempercepat pembuatan embung dan menyiapkan sumber air sebelum kebakaran terjadi.

Baca Juga: Combo Maut Karhutla dan Erupsi Gunung Vulkanik Kacaukan Penerbangan Pontianak

Kepala UPT KPH Wilayah Kayong Ponty Wijaya melalui Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Indra menyampaikan apresiasi kepada PT Mayawana Persada. Apresiasi juga diberikan kepada TNI, Polri, Pemerintah Desa Padu Banjar, LPHD, Yayasan Palung, masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat.

“Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi adalah kekuatan utama dan air merupakan senjata paling penting dalam pemadaman. Karena itu, kita berupaya menyiapkan air sebelum api datang,” ujar Indra.

Saat meninjau pembuatan embung, Indra menerima laporan kebakaran di lokasi lain yang masih berada di Desa Padu Banjar. Ia bersama tim KPH Wilayah Kayong segera menuju lokasi dan memimpin pemadaman.

Kebakaran terjadi di Areal Penggunaan Lain (APL), tepatnya di kebun masyarakat. Lokasi tersebut berada dekat parit dengan ketersediaan air yang cukup sehingga membantu proses pemadaman.

Baca Juga: Viral Imbauan Jangan Tampung Air Hujan Usai Karhutla, Begini Penjelasan Pakar hingga BMKG

Kepala Desa Padu Banjar bersama masyarakat turut turun langsung memadamkan api. Keterlibatan warga membantu mempercepat penanganan kebakaran.

Api berhasil dihentikan pada areal sekitar dua hektare, sementara luas keseluruhan lahan terbakar masih dalam pendataan. Kebakaran diduga merupakan lanjutan dari kejadian sehari sebelumnya.

Penanganan tersebut menunjukkan upaya pencegahan karhutla dilakukan sebelum api muncul melalui penyediaan sumber air, peningkatan kesiapsiagaan dan penguatan sinergi antara KPH, pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha dan aparat.

KPH Wilayah Kayong menyatakan akan terus memperkuat kesiapsiagaan dan bergerak bersama para pihak untuk mencegah serta menangani karhutla. (dan)

Editor : Miftakhair
Karhutla kayong utara Kebakaran Hutan dan Lahan. UPT KPH Wilayah Kayong Embung Darurat Padu Banjar