PONTIANAK POST - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mencapai 947 kasus sepanjang 1 hingga 17 September 2026. Dari jumlah tersebut, 275 kasus atau sekitar 29 persen terjadi pada balita dan anak usia 5–9 tahun.
Data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara mencatat, terdapat 173 kasus pada balita usia 0 hingga kurang dari 5 tahun dan 102 kasus pada anak usia 5–9 tahun.
Kasus ISPA pada balita paling banyak tercatat di wilayah kerja Puskesmas Sukadana sebanyak 39 kasus, disusul Teluk Melano 31 kasus, Teluk Batang 23 kasus, Sungai Paduan 24 kasus, serta Telaga Arum dan Tanjung Satai masing-masing 15 kasus.
Baca Juga: Kasus ISPA dan Diare Melonjak Akibat El Nino, DPRD Minta Dinkes Pontianak Maksimalkan Penanganan
Sementara pada kelompok anak usia 5–9 tahun, kasus terbanyak tercatat di Teluk Batang sebanyak 23 kasus, kemudian Sukadana dan Teluk Melano masing-masing 18 kasus, serta Tanjung Satai 16 kasus.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, Fransiska Wardiani, mengatakan orang tua perlu memperhatikan perubahan kondisi anak ketika mengalami gejala gangguan pernapasan.
“Napasnya agak cepat, retraksi (garis tulang rusuk terlihat lebih dalam), batuk yang disertai muntah, lemas dan lesu,” kata Fransiska saat diwawancarai, Jumat (18/9).
Menurutnya, orang tua juga perlu mewaspadai ketika anak menunjukkan perubahan perilaku atau kondisi fisik. Misalnya, anak menjadi tidak aktif dan tidak lagi mengeluarkan celotehan seperti biasanya.
Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah wheezing, yakni suara siulan bernada tinggi yang terdengar ketika anak mengembuskan napas.
“Stridor atau suara bergetar keras dan serak yang terdengar saat menarik napas, terkadang disertai dengan batuk,” ujarnya.
Fransiska mengingatkan, gejala gangguan pernapasan pada balita dan anak perlu mendapat perhatian serius, terutama jika disertai perubahan pola napas dan kondisi anak yang semakin lemas.
Secara keseluruhan, data hingga 17 September menunjukkan kelompok usia dewasa 19–59 tahun menjadi penyumbang kasus ISPA terbanyak dengan 517 kasus, disusul balita 173 kasus, lansia 83 kasus, remaja 72 kasus, dan anak usia 5–9 tahun 102 kasus. (dan)
Editor : Hanif