PONTIANAK POST - Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa meminta pemerintah lebih sigap menyalurkan bantuan peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keterbatasan alat dinilai menjadi kendala utama MPA saat harus berjibaku memadamkan api sebelum bantuan dari instansi terkait tiba di lokasi. Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua MPA Desa Harapan Mulia, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Erkandi, usai menghadiri Sosialisasi dan Penyuluhan Masyarakat Peduli Api (MPA) di 10 desa Kecamatan Sukadana yang dihadiri Gubernur Kalimantan Barat dan Bupati Kayong Utara.
"Kalau bantuan dari pusat atau provinsi kami belum pernah merasakan langsung. Kalau dari desa ada support-nya, cumakan tahulah kemampuan desa, berapalah anggaran desa," kata Erkandi kepada awak media, Senin (21/9).
Karena itu, Erkandi berharap pemerintah memberikan dukungan peralatan pemadaman secara lebih merata kepada setiap kelompok MPA yang berada di desa. Bantuan yang dibutuhkan, kata dia, antara lain mesin pompa, selang serta peralatan pendukung lainnya. Ia mengaku MPA Desa Harapan Mulia sudah beberapa kali mengajukan proposal bantuan peralatan kepada pemerintah, namun hingga kini belum mendapat bantuan tersebut. Selain peralatan pemadaman, ia menilai alat pelindung diri (APD) juga menjadi kebutuhan penting yang harus diperhatikan pemerintah. (dan)
Editor : Miftahul Khair