PONTIANAK POST - Persoalan akurasi data penerima bantuan sosial kembali menjadi sorotan. Seorang warga Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Achmad, mengaku terkejut setelah mengetahui dirinya tercatat dalam Desil 8 pada data sosial ekonomi yang digunakan dalam penyaluran bantuan.
Achmad mempertanyakan bagaimana kondisi keluarganya bisa masuk dalam kelompok tersebut. Sebab, berdasarkan kondisi rumah yang ditempatinya, terdapat perbedaan mencolok antara data yang tercantum dalam aplikasi dengan kondisi nyata di lapangan.
“Saya sangat terkejut ketika melihat data saya masuk Desil 8. Kalau memang dilakukan pendataan dan melihat langsung kondisi rumah, seharusnya bisa diketahui bagaimana keadaan saya sebenarnya,” ujar Achmad.
Achmad berharap ada verifikasi ulang secara langsung ke rumahnya, bukan sekadar pemeriksaan berdasarkan data administrasi di dalam sistem. Ia juga meminta pihak terkait menjelaskan bagaimana data mengenai kondisi rumah dan aset keluarganya bisa tercantum demikian. (dan)
Editor : Miftahul Khair