"Ternyata diketahui ada tumor di anus sebesar 10 cm dari usus besar," kata guru Honor PAUD ini. Pada 11 September 2020 lalu, wanita 41 tahun ini menjalani operasi pemotongan usus besar. Ia dirawat selama 26 hari. Pada 28 Januari 2021 ia menjalani biopsi endoscopy tumor yang ada di anus. Ternyata kata Mariana, hasilnya menunjukkan ada keganasan dari tumor tersebut. Dokter merujuk Mariana ke RS. St Antonius untuk operasi pangangkatan tumor. "Tanggal 10 Maret 2021 rawat inap di Antonius dan tanggal 12 Maret 2021 dilakukan operasi pengangktan tumor. Setelah tumornya diangkat dan dimasukkan ruangan PA dan hasilnya menyatakan kanker usus stadium 2," ceritanya.
Untuk mencegah sel-sel kanker menyebar, Mariana disarankan untuk mengikuti kemoterapi di RS Soedarso selama enam kali. Kemoterapi pertama dilakukan pada April 2021, Kemoterapi ke dua pada Mei 2021. Kemoterapi ke tiga dijadwalkan pada 8 Juni 2021 mendatang. Pascaoperasi, ia terpaksa BAB melalui stoma yakni lubang pada dinding perut untuk mengeluarkan isi usus, tanpa melalui anus.
"Operasi di Antonius pengangkatan tumor di usus besar sudah tersambung,di potong usus kecil,sekarang menggunakan kantong stoma. Setelah enam kali kemoterapi, saya akan kembali ke RS St Antonius lagi untuk operasi penyambungan usus kecil," jelasnya. Saat ini, ia masih merasakan keluhan pada jahitan dipenutup usus besar. Terasa nyeri, dan makan pun tidak boleh banyak. "Selesai operasi penyambungan usus kecil,masih tetap rawat jalan. Minimal lima kali. Kemudian konsumsi obat dari dokternya," pungkas dia. (*) Editor : Super_Admin