KUCHING- Normah Medical Specialist Centre (NMSC) terus memperbaharui alat-alat kesehatan (alkes) yang ada, untuk bisa meningkatkan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada pasien di sana. Salah satunya di Unit Fisioterapi dan Rehabilitasi, yang telah dilengkapi dengan Robot Suit, Hybrid Assistive Limb (HAL), teknologi neurorobotik terkini buatan Jepang. Bahkan alat tersebut merupakan yang pertama dimiliki Rumah Sakit (RS) yang ada di wilayah Negara Malaysia.
Terapi robotik dengan alat terbaru itu baru digunakan sekitar satu bulan di pusat Fisioterapi dan Rehabilitasi RS tersebut. Sejauh ini sudah difungsikan untuk rehabilitasi medik pasca stroke atau juga pasien pemulihan dari kecelakaan.
Saat Pontianak Post berkunjung ke sana, alat dengan merek Cyberdyne itu tengah digunakan oleh salah satu pasien stroke yang menjalani terapi. Alat dipasang satu set mulai dari tulang bagian belakang, pinggang hingga kaki. Pasien kemudian menaiki alat treadmill untuk berjalan kaki dengan pergerakan yang dibantu oleh robot tersebut. Terapi itu berguna untuk membantu para pasien stroke mengembalikan fungsi lengan atau kaki.
HAL Robot Suit ini merupakan robot jenis cyborg pertama di dunia yang diciptakan oleh Prof. Dr. Yoshiyuki Sankai, Ketua Pegawai Eksekutif Cyberdyne Inc. Untuk membantu seseorang yang mengalami masalah kelumpuhan atau kelemahan anggota kaki akibat cidera saraf tunjang atau otak seperti stroke, cedera otak traumatik, sklerosis berbilang, penyakit neurodegeneratif dan sebagainya, untuk bisa kembali berjalan.
Secara umum, Robot Suit tersebut berupaya memulihkan, mendukung, dan meningkatkan tahap kefungsian mobiliti bagian kaki pasien ketika dipakai. Dimana HAL Robot Suit befungsi berdasarkan teknologi cybernics yang menggabungkan interaksi antara manusia, robot dan, informasi. Dalam tubuh yang sehat, setiap otot dapat menerima isyarat yang ditafsirkan dari otak ke arahnya dan bergerak dengan kuat, sesuai yang ditetapkan. Namun, kecederaan pada sistem saraf yakni otak dan saraf tunjang, akan menyebabkan isyarat dan pertunjuk otak tidak dapat disampaikan secara efektif kepada otot-otot untuk menghasilkan pergerakan motor agar bisa berjalan. Dalam keadaan ini, isyarat yang dikirim kepada otot tersebar pada permukaan kulit sebagai isyarat yang sangat lemah, yang dipanggil sebagai isyarat bio-elektrik (BES).
Adapun Cyberdyne HAL Robot Suit dapat mendeteksi isyarat bio-elektrik yang lemah itu melalui pemasangan elektroda pada permukaan otot-otot kaki. Lalu menganalisa isyarat tersebut melalui sistem kontrol yang terdapat pada robot suit. Oleh karena itu, walaupun otot kaki tidak dapat membalas isyarat dari otak yang mengarahkannya untuk berjalan, robot suit ini dapat mempercepat proses pembelajaran untuk berjalan kembali melalui kerjasama antara otak dengan otot.
Negara Malaysia sendiri merupakan negara keempat di dunia dan yang pertama di wilayah Asean yang menawarkan pelayanan perawatan dengan Cyberdyne HAL kepada pasien. Program rehabilitasi Cyberdyne HAL itu melibatkan sesi terapi antara 60 hingga 90 menit sehari, untuk waktu tiga hingga lima hari seminggu selama 12 minggu. Semua bergantung kepada keadaan dan masalah setiap pasien. Dengan adanya teknologi Cyberdyne HAL Robot Suit, tentu dapat memberi dampak yang lebih signifikan dalam proses pemulihan pasien.(bar) Editor : Shando Safela