PONTIANAK - Menyiapkan lingkungan tidur yang optimal dapat menjadi rahasia untuk memperoleh istirahat yang baik.
Meskipun banyak orang lebih suka menggunakan lampu tidur dengan pencahayaan lembut sebagai pilihan lain, penelitian menunjukkan bahwa tidur dalam kondisi gelap sepenuhnya sebenarnya merupakan opsi yang paling ideal.
Dikutip dari laman Klik Dokter, tidur dalam kegelapan total atau istilahnya “tidur gelap-gelapan” sangat mendukung proses alami tubuh dalam mengatur siklus tidur.
“Paparan cahaya, terutama cahaya biru yang berasal dari gadget elektronik atau lampu terang, dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh,” ujar dr. Valda Garcia.
Jam biologis internal yang dikenal sebagai ritme sirkadian mengatur pola tidur dan bangun seseorang.
Paparan cahaya, terutama di malam hari, dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang berperan dalam pengaturan tidur.
Akibatnya, Anda mungkin mengalami kesulitan untuk tertidur dan tidur dalam waktu yang lebih singkat.
Melatonin, yang diproduksi oleh kelenjar pineal, secara alami meningkat pada malam hari ketika cahaya mulai meredup.
Hormon ini mengirimkan sinyal kepada tubuh bahwa saatnya untuk beristirahat, yang menyebabkan rasa kantuk, relaksasi otot, dan penurunan suhu tubuh.
Namun, jika Anda terpapar cahaya, khususnya cahaya buatan, produksi melatonin dapat terganggu, sehingga mengurangi kemampuan Anda untuk tidur nyenyak.
Jika tidur dalam gelap total terasa kurang nyaman, memilih warna cahaya yang sesuai dapat membantu mengurangi gangguan pada ritme sirkadian Anda.
Berikut adalah dua pilihan warna cahaya yang dapat mendukung tidur lebih baik:
1. Cahaya Merah
Penelitian menunjukkan bahwa cahaya merah tidak memengaruhi kadar melatonin seperti halnya cahaya biru atau putih.
Studi dalam The Journal of Neuroscience (2013) mengindikasikan bahwa cahaya merah tidak mengganggu ritme sirkadian dan membantu menjaga kadar melatonin yang mendukung tidur.
Jika Anda perlu menggunakan cahaya sebelum tidur, pilihlah lampu dengan cahaya merah yang lembut.
2. Cahaya Amber
Cahaya amber, yang terletak di antara kuning dan oranye, juga memiliki efek positif. Cahaya ini dapat mendukung sekresi melatonin tanpa mengganggu ritme sirkadian.
Selain itu, cahaya amber memberikan suasana hangat dan nyaman yang dapat membantu Anda merasa lebih santai dan siap untuk tidur.
Tidur tanpa cahaya adalah cara terbaik untuk mendukung kualitas tidur yang optimal, karena mendukung proses alami produksi melatonin dan mengatur ritme sirkadian tubuh.
Namun, jika Anda tidak bisa tidur dalam kegelapan total, pilihlah cahaya dengan warna merah atau amber untuk meminimalkan gangguan pada siklus tidur Anda.
Dengan pengaturan yang tepat, Anda dapat meningkatkan kualitas tidur dan merasa lebih segar saat bangun pagi.(mif)
Editor : Miftahul Khair