PONTIANAK - Air alkali telah menjadi perbincangan hangat di kalangan kesehatan, terutama mengenai klaim bahwa air ini dapat menyembuhkan atau mencegah kanker. Namun, benarkah air alkali memiliki kemampuan tersebut?
Menurut Profesor Jorge J. Nieva dari Norris Comprehensive Cancer Center, University of Southern California, tidak ada bukti ilmiah yang cukup kuat yang mendukung klaim bahwa air alkali dapat menyembuhkan atau mencegah kanker.
Kanker adalah penyakit yang kompleks, dan penyembuhannya memerlukan pendekatan medis yang komprehensif, termasuk kemoterapi, radiasi, dan terapi lainnya yang telah terbukti secara ilmiah.
Sementara dikutip dari situs Halodoc menyatakan bahwa pH tubuh kita secara alami diatur dengan ketat oleh ginjal dan paru-paru.
Minum air alkali mungkin dapat mengubah pH urine, tetapi tidak cukup kuat untuk mengubah pH darah secara signifikan.
Selain itu, tidak ada penelitian medis yang membuktikan bahwa air alkali dapat mencegah atau mengobati kanker.
Mengapa Klaim Ini Populer?
Popularitas air alkali sebagian besar didorong oleh pemasaran yang menekankan manfaat kesehatan tanpa bukti ilmiah yang kuat.
Klaim bahwa air alkali dapat melawan radikal bebas atau menetralkan asam di tubuh sering kali diambil di luar konteks atau dilebih-lebihkan.
Meskipun minum air alkali mungkin tidak membahayakan, penting untuk tidak mengandalkan klaim kesehatan yang belum terbukti.
Dalam hal pencegahan dan pengobatan kanker, pendekatan yang terbukti secara medis dan disetujui oleh profesional kesehatan adalah pilihan terbaik.
Konsultasikan selalu dengan dokter atau ahli kesehatan sebelum mencoba terapi alternatif apa pun.
Dengan memahami informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih kritis dalam menilai klaim-klaim kesehatan yang belum terbukti dan selalu mencari saran dari sumber yang terpercaya.(mif)
Editor : Miftahul Khair