TELUR merupakan salah satu makanan yang kaya akan nutrisi. Mengonsumsinya dalam berbagai bentuk, termasuk telur rebus setengah matang, memberikan banyak manfaat kesehatan.
Telur rebus setengah matang memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan telur yang dimasak hingga matang penuh.
Ia memiliki berbagai manfaat kesehatan, Namun penting untuk mengonsumsinya dengan bijak dan memastikan kualitas telur yang digunakan.
Dikutip dari gizi.kemkes.go.id berikut adalah beberapa manfaat telur setengah matang:
1. Kandungan Nutrisi
Telur setengah matang mempertahankan sebagian besar kandungan nutrisinya karena tidak mengalami pemanasan berlebihan. Ini termasuk protein berkualitas tinggi, vitamin A, D, E, B12, folat, dan mineral seperti selenium dan fosfor.
2. Lebih Mudah Dicerna
Telur setengah matang memiliki tekstur yang lebih lembut dibandingkan telur matang sepenuhnya, sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh. Ini dapat bermanfaat bagi orang-orang dengan sistem pencernaan yang sensitif.
3. Sumber Energi
Telur kaya akan protein dan lemak sehat, yang memberikan sumber energi yang tahan lama. Mengonsumsi telur setengah matang di pagi hari bisa memberikan energi yang cukup untuk memulai hari.
4. Mendukung Kesehatan Mata
Telur mengandung lutein dan zeaxanthin, antioksidan yang penting untuk kesehatan mata dan bisa membantu melindungi mata dari degenerasi makula terkait usia.
5. Meningkatkan Fungsi Otak
Kandungan kolin dalam kuning telur berperan penting dalam perkembangan dan fungsi otak. Kolin membantu dalam pembentukan membran sel dan juga neurotransmiter yang mendukung fungsi kognitif.
6. Mendukung Pembentukan Otot
Protein yang terkandung dalam telur sangat bermanfaat untuk pembentukan dan pemeliharaan massa otot, terutama bagi mereka yang rutin berolahraga.
Namun, penting juga untuk mempertimbangkan risiko konsumsi telur setengah matang, terutama terkait dengan potensi paparan bakteri Salmonella.
Pastikan telur yang digunakan segar dan berkualitas baik, atau jika memungkinkan, pilih telur yang sudah dipasteurisasi untuk mengurangi risiko infeksi.(*)
Editor : Miftahul Khair