PONTIANAK - Menyantap makanan dalam keadaan sudah tidak hangat akan terasa kurang nikmat, sehingga kebanyakan orang akan memanaskan lauk atau sayur terlebih dahulu. Akan tetapi jarang orang yang mengetahui bahwa, memanaskan sayur hijau akan menghilangkan manfaatnya.
Sayur hijau seringkali disebut sebagai superfood karena memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi, warna hijau pada sayuran diartikan sebagai klorofil yang merupakan pigmen terpenting saat proses fotosintesis.
Sayur hijau kaya akan vitamin A, C, K, dan B kompleks. Mengandung zat besi, kalsium, magnesium, kalium, dan fosfor. Tidak terlupakan juga kandungan serat dalam sayur yang bersifat larut dan tidak larut, serta fito nutrisi seperti karotenoid, flavonoid, dan sulforafan.
Mengapa Tidak Boleh Memanaskan Sayur Hijau?
Tidak semua sayur hijau bisa dipanaskan kembali, karena sebagian sayur hijau yang dipanaskan kembali akan kehilangan nilai gizinya dan terurainya nitrat menjadi nitrit.
Menurut sebuah penelitian dalam ScienceDirect senyawa nitrit merupakan senyawa yang berpotensi berbahaya, maka dari itu sebaiknya sayuran dikonsumsi dalam keadaan segar atau langsung dihabiskan setelah dimasak.
Selain kehilangan sumber vitamin dan gizinya, ketika kandungan nitrat berubah menjadi nitrit pada saat sayur hijau dipanaskan tentunya hal ini akan sangat berbahaya.
Sifat senyawa nitrit ini akan berubah lagi menjadi nitrosamin, yang memiliki potensi besar terhadap munculnya kanker. Sehingga tidak disarankan untuk memanaskan sayur hijau terlebih berkali-kali.
Secara alamiah kandungan yang terdapat dalam sayuran hijau bekerja sebagai penghilang senyawa nitrat yang membahayakan tubuh, sehingga mengonsumsi sayur tidak hanya menambah serat bagi tubuh tetapi juga menjadi perlindungan bagi tubuh.
Paparan nitrit berasal dari konversi nitrat dalam tubuh, sehingga nitrit dapat mengoksidasi hemoglobin dalam sel darah merah menjadi methemoglobin yang tidak dapat mengangkut oksigen ke jaringan tubuh.
Methemoglobin berlebihan akan mengakibatkan methemoglobinemia biasanya gejala yang ditimbulkan meliputi sesak napas, sianosis, sakit kepala, kelelahan, pusing, dsb.
Pada tahun 2010, International Agency for Research on Cancer (IARC) dari World Health Organization (WHO) menyimpulkan bahwa nitrat atau nitrit yang tertelan dalam kondisi yang mengakibatkan nitrosasi endogen akan memungkin bersifat karsinogenik bagi manusia.
Penelitian menunjukkan bahwa manfaat mengonsumsi sayur dan buah merupakan komponen penting dari pola makan yang sehat dan seimbang, jika dikonsumsi setiap hari dalam jumlah cukup bisa membantu mencegah penyakit kronis tertentu seperti hipertensi ataupun diabetes.
Jenis Sayur Hijau yang Tidak Boleh Dipanaskan Berulang
Jarang diketahui, berikut jenis sayur hijau yang tidak bisa dipanaskan secara berulang.
1. Bayam
2. Brokoli
3. Kangkung
4. Seledri
5. Wortel
6. Kubis
7. Selada
Beberapa jenis sayuran ini yang pastinya memiliki kandungan nitrat cukup tinggi, sehingga secara ilmiah pastinya tidak diperbolehkan untuk dipanaskan ulang. Karena bahayanya kandungan nitrat yang akan berubah menjadi nitrit.
Tentunya hal ini merujuk pada suatu kondisi ketika nitrit dalam darah berinteraksi dengan hemoglobin dan zat besi, yang mengakibatkan darah tidak mampu membawa oksigen ke sel-sel dalam tubuh.
Maka dari itu perhatikan kembali sayur apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk dipanaskan kembali agar terhindar dari bahaya.(yol)
Editor : Miftahul Khair