Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kenali Tanda dan Penyebab Gangguan Mental yang Sering Tak Disadari: Apakah Anda Mengalaminya?

Miftahul Khair • Jumat, 6 September 2024 | 14:44 WIB
Ilustrasi kesehatan mental. (FREEPIK)
Ilustrasi kesehatan mental. (FREEPIK)

PONTIANAK - Gangguan kesehatan mental tidak lagi menjadi rahasia pribadi, topik kompleks ini memengaruhi setiap orang dari segala usia, budaya, dan latar belakang yang berbeda.

Kesehatan mental tentunya berhubungan dengan emosional, psikologis, dan lingkungan sosial. Hal ini dapat memengaruhi kita dalam cara berpikir, bertindak, dan berperasaan. Tentunya akan dapat berdampak signifikan pada kehidupan dan hubungan kita dalam kehidupan sehari-hari. 

Disclaimer, sebuah gangguan pada kesehatan mental, bukan merupakan hal yang aneh. Umumnya gangguan ini sering terjadi, karena faktor lingkungan yang dijalani oleh orang tersebut.

Pada suatu waktu faktor individu, keluarga, dan komunitas, juga bisa menjadi salah satu pemicu gangguan kesehatan pada mental karena satu dan lain hal.

Selain itu, keadaan juga menjadi salah satu faktor. Seperti faktor ekonomi, kekerasan, disabilitas, dan ketidaksetaraan pasti memiliki risiko tinggi terhadap gangguan pada kesehatan mental mereka.

Tidak sedikit masyarakat yang kurang mendapatkan edukasi layak mengenai hal ini, lumrahnya hal ini merupakan isu penting yang harus diketahui.

Tidak banyak orang paham akan satu sama lain, sehingga memunculkan tindakan diskriminasi terhadap orang yang mereka anggap berbeda.

Padahal jika menyelam lebih dalam, kita akan tahu bahwa semuanya memiliki kehidupan yang sama dan setara.

Ciri-ciri Gangguan Kesehatan Mental

Biasanya ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan mental, secara tidak sadar dirinya sering merasakan sedih, hampa, putus asa, yang terjadi secara terus-menerus.

Tidak hanya itu, biasanya juga perasaan khawatir dan ketakutan yang berlebihan merupakan salah satu pertanda. Seringkali hal ini disertai dengan gejala fisik, seperti detak jantung cepat dan keringat yang banjir. 

Gangguan pada kesehatan mental juga terkadang, ditandai dengan suasana hati yang berubah secara cepat.

Biasanya gangguan tersebut disebut dengan Bipolar. Gangguan mental terparah yang dialami oleh manusia, ditandai dengan Skizofrenia yang di mana gejalanya berupa delusi, halusinasi, dan pemikiran yang tidak teratur. 

Kemudian ada juga gangguan serangan panik yang terjadi berulang kali, disertai dengan gejala fisik seperti nyeri dada, sesak napas, dan pusing.

Selain itu, obsesif-kompulsif (OCD) juga termasuk dalam gangguan kesehatan mental, karena perasaan obsesi yang berulang sehingga pikiran mereka sering memiliki gambaran melakukan ulang hal yang menurut mereka tidak sesuai. 

Terakhir, ada gangguan stres pascatrauma (PTSD), kondisi kesehatan mental orang dengan PTSD ini biasanya dipicu oleh peristiwa menakutkan. Baik setelah mengalami hal yang tidak diinginkan seperti penyiksaan, pelecehan seksual, atau kekerasan lainnya.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), bahwa mereka telah mengembangkan sebuah pelatihan dan materi paduan yang komprehensif. Guna membantu pembangunan kapasitas dan menerapkan pendekatan hak asasi manusia, serta pemulihan terhadap perawat kesehatan mental.

Pemicu Terjadinya Masalah Kesehatan Mental

World Health Organization (WHO), menyatakan pada tahun 2019 terdapat 970 juta orang di seluruh dunia yang mengalami gangguan mental. Dengan gejala gangguan kecemasan dan depresi yang paling umum.

Secara menyeluruh orang dengan kondisi kesehatan mental yang parah, biasanya meninggal 10 hingga 20 tahun lebih awal daripada populasi umum.

Karena orang dengan kondisi kesehatan mental yang bermasalah, pasti berisiko tinggi melakukan bunuh diri dan mengalami pelanggaran hak asasi manusia.

Perundungan, pembullyan, kekerasan, ketidaksetaraan, ekonomi, dan lain sebagainya. Tentu menjadi pemicu utama seseorang bisa mengalami gangguan pada kesehatan mental. Semua tindakan atau perlakuan, yang diterima setiap orang memiliki respon yang berbeda.

Tidak hanya faktor psikologis, akan tetapi banyak faktor yang menjadi pemicu gangguan mental terjadi.

Seperti faktor biologis, secara genetika ternyata riwayat keluarga dengan gangguan mental dapat berpengaruh terhadap seseorang. Juga ketidakseimbangan neurotransmitter (zat kimia dalam otak) seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin dapat memicu gangguan mental. 

Secara psikologis biasanya gangguan kesehatan mental didasari dengan rasa trauma, terhadap pengalaman kekerasan, pelecehan, atau bencana alam.

Tentunya hal ini bisa menimbulkan efek gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan gangguan mental lainnya. Selain itu, stres berkepanjangan dan pola pikir yang pesimis dapat melemahkan sistem tubuh. Sehingga memperburuk sistem kekebalan tubuh dan memperburuk kesehatan mental.

Faktor sosial juga bisa memengaruhi kesehatan mental yang dimiliki seseorang, dengan lingkungan kehidupan yang tidak mendukung.

Seperti kondisi keluarga disfungsional atau juga penuh kekerasan, menjadikan orang tersebut kekurangan dukungan dari keluarga.

Kondisi seperti ini akan sangat memengaruhi kehidupan kesehatan mental seseorang, tidak hanya keluarga adapun teman dan lingkungan sosial yang tidak memiliki dukungan tentunya sangat berpengaruh. 

Seperti terjadinya diskriminasi berdasarkan ras, gender, atau orientasi seksual, menjadikan seseorang merasa tertekan secara mental hingga kesehatan mental mereka akan terganggu.

Hingga pada akhirnya peristiwa yang terjadi selama hidup mereka, secara signifikan akan memicu gangguan pada kesehatan mental mereka.

Terkadang hal yang tidak kita sadari seperti kehilangan seseorang dalam perceraian, atau kematian, bahkan kehilangan pekerjaan juga bisa menjadi salah satu faktor yang memicu gangguan mental pada kesehatan mental yang kita miliki.

Karena kesedihan yang berkepanjangan, membuat perasaan yang kita miliki menjadi tidak terkontrol.

Penting Untuk Diingat

Setiap individu memiliki karakter yang unik, sehingga tidak bisa disamaratakan. Tidak semua orang yang mengalami peristiwa traumatis akan mengalami gangguan mental. Karena ketahanan individu secara mental sangat kuat. 

Selain itu, gangguan mental bukanlah sebuah tanda bahwa seseorang memiliki mental yang lemah. Karena hal ini lebih merujuk pada kondisi medis yang masih bisa diobati.

Jadi ketika seseorang merasa dirinya mengalami gangguan pada kesehatan mental, segera tangani dengan dokter yang berkaitan. Tentunya gangguan ini dapat disembuhkan dengan terapi atau melalui obat yang diberikan.(yol)

Editor : Miftahul Khair
#ciri gangguan mental #kesehatan mental anak muda #pemicu kesehatan mental #gangguan mental #kesehatan mental