Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

ARV Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup ODHIV

Miftahul Khair • Minggu, 8 September 2024 | 11:00 WIB
Ilustrasi ODHIV atau yang biasa dikenal sebagai Orang dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus). (FREEPIK)
Ilustrasi ODHIV atau yang biasa dikenal sebagai Orang dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus). (FREEPIK)

PONTIANAK - ODHIV atau yang biasa dikenal sebagai Orang dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus) tentunya sudah tidak asing pada kalangan masyarakat. HIV ini adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, dan gejala HIV ini masih belum ditemukan obat pasti untuk menyembuhkan secara menyeluruh.

HIV menyerang sel darah putih pada tubuh, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini tentunya membuat orang lebih mudah untuk jatuh sakit, karena penyakit seperti tuberkulosis, infeksi, dan beberapa jenis kanker akan dengan mudah menyerang.

HIV menyebar dari cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti darah, air susu ibu (ASI), air mani, dan cairan vagina. Umumnya HIV tidak akan menyebar melalui ciuman, pelukan, ataupun sekadar berbagi makanan. Penyebaran HIV bisa juga melalui keturunan.

Namun, meskipun HIV tidak dapat diobati secara menyeluruh. HIV bisa ditangani dengan pencegahan dan terapi antiretroviral, guna menjadikan virus tersebut reaktif. 

Untuk HIV yang tidak mendapatkan pengobatan secara khusus, ironisnya akan terus berkembang sehingga menjadi AIDS seiring berjalannya waktu.

Langkah Penting yang Diperlukan ODHIV

ODHIV biasanya memerlukan langkah penting dalam menghindari infeksi virus lain, dengan mengkonsumsi obat antiretroviral (ARV) yang berperan sebagai obat ketahanan tubuh.

Antiretroviral (ARV) merupakan jenis obat yang dikonsumsi oleh para ODHA baik pun ODHIV, ARV ini sendiri terbagi lagi menjadi berbagai jenis obat tergantung pada diagnosa yang diberikan oleh dokter.

Beberapa jenis obat memiliki fungsinya masing-masing, seperti untuk menghambat enzim integrase yang diperlukan untuk integrasi genetik HIV ke dalam DNA sel inang. Juga pencegahan HIV memasuki sel CD4.

Yang menjadi pengganggu pada proses fusi atau pengikat virus pada sel target lalu menghalangi enzim protease yang membantu perakitan partikel virus baru dan lain sebagainya.

Banyaknya jenis obat tentunya disesuaikan, dengan diagnosa yang diberikan oleh dokter terhadap pasien. Penggunaan obat ARV juga ditentukan jangka waktu penggunaannya. Mengonsumsi obat ARV harus secara konsisten agar mendapatkan efek pengobatan yang baik. 

Baca Juga: Maman Ajak Seluruh Kader Golkar Menangkan Midji-Didi

Manfaat Mengonsumsi Obat ARV Bagi ODHIV

Adapun manfaatnya untuk mengendalikan virus, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi morbiditas, dan mortalitas, serta berusaha untuk membuat virus tersebut menjadi reaktif.

Biasanya obat jenis ARV yang dikonsumsi ada Dolutegravir Sodium/Lamivudine/Tenofovir Disoproxil Fumarate dengan jangka waktu satu bulan dan 30 tablet per botol. Jenis obat ARV ini cukup banyak jenisnya, salah satu yang disebutkan tadi adalah obat yang digunakan untuk ODHIV.

Memang terkadang formulasi obat yang diberikan, tidak jauh berbeda dengan yang lain. Akan tetapi hal ini juga tergantung pada ketahanan tubuh. Untuk sebagian ODHIV yang mengalami penurunan CD4, diharuskan mengonsumsi obat tambahan yang bisa menaikkan kadar CD4 dalam tubuhnya.

Kadar normal CD4 minimal mencapai angka 500, jika seseorang mendapat diagnosa dibawah 500 biasanya dokter akan memberikan obat tambahan. Jenis obat tersebut juga merupakan ARV dengan nama Cotrimoxazole yang didalamnya memiliki kandungan, Sulfamethoxazole 400 mg dan Trimethoprim 80 mg.

ODHIV harus terus melakukan monitoring dan kontrol setiap bulan sesuai dengan anjuran dokter, untuk mengetahui perkembangan dari virus yang ada dalam tubuh.

Tidak ada efek samping selama penggunaan obat ARV, tetapi secara umum biasanya jika tidak terbiasa maka akan terasa cukup mual dan berpengaruh pada perubahan berat badan. Hal terpenting yang harus diperhatikan sebagai ODHIV adalah konsistensi pada konsumsi obat, rutin melakukan monitoring kesehatan, dan memantau CD4.

Perhatian Bagi ODHIV 

ODHIV yang sudah berumah tangga, tentunya harus memperhatikan keamanan dalam berhubungan. Sebisa mungkin untuk menghindari penularan yang mungkin akan terjadi, hal ini bisa dicegah dengan berbagai cara dan atas konsultasi dokter.  

Pola hidup sehat juga diperlukan, sebagai salah satu langkah untuk menjaga imun. Lingkungan hidup sekitar harus memberikan perhatian dan dukungan secara psikologis, ODHIV tidak perlu takut merasa sendiri. 

Karena sudah ada organisasi yang menaungi ODHIV maupun ODHA, layanannya tersedia dan bisa dicari di google. Akses ke layanan kesehatan sangat terbuka untuk pada ODHIV, banyak dukungan dari pemerintah maupun layanan dari beberapa organisasi yang menaungi dan merangkul pada ODHIV dan ODHA. 

Sulit menjadi mereka, terkucilkan oleh pandangan masyarakat seperti adanya stereotip dan diskriminasi. Padahal pada nyatanya ODHIV dan ODHA juga sama seperti orang biasa, tidak sedikit orang yang merasa bahwa ODHIV dan ODHA sangat berbahaya. 

Masyarakat luas kebanyakan kurang mendapatkan literasi yang baik, sehingga mereka merasa bahwa jika berdekatan dengan ODHIV dan ODHA merupakan hal yang buruk.

Mereka merasa akan ikut terinfeksi dengan virus tersebut, sebagai ODHIV dan ODHA pastinya mereka turut merasakan keinginan untuk sembuh dari virus tersebut. Besar harapan mereka untuk terlepas dari belenggu virus, karena tidak semua orang ODHIV dan ODHA terjangkit virus karena sex bebas. (yol)

Editor : Miftahul Khair
#HIV / AIDs #arv #ODHIV