PONTIANAK - Makanan pedas memang selalu jadi favorit banyak orang, terutama di Indonesia.
Hampir setiap daerah di nusantara, seperti Jawa Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, hingga Jawa Timur, punya hidangan yang tak lepas dari cabai dan sambal.
Menurut laman PT Suparma Tbk, kecintaan masyarakat Indonesia pada makanan pedas dipercaya bisa meningkatkan mood, serta menjadi kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang.
Tapi, tahukah kamu? Rasa pedas yang kita sukai ternyata bisa mencerminkan kepribadian seseorang.
Mengutip dari Universitas Medan Area, penelitian dari University of Pennsylvania menyatakan bahwa orang yang doyan makanan pedas cenderung menyukai tantangan.
Mereka juga tertarik pada aktivitas yang penuh risiko, seperti olahraga ekstrem. Misalnya, penggemar makanan pedas sering kali senang dengan kegiatan yang memacu adrenalin, seperti terjun payung.
Paul Rozin, seorang peneliti, juga mengungkapkan bahwa orang yang suka makanan pedas mengidap bentuk masokisme ringan.
Artinya, mereka menikmati rasa sakit dalam tingkat tertentu. Rasa terbakar di mulut atau sakit perut yang timbul setelah makan pedas justru memberi sensasi tersendiri.
Mereka tahu risikonya, tetapi tetap melakukannya berulang kali—itulah esensi masokisme ringan menurut penelitian ini.
Fakta lainnya, orang yang gemar makanan pedas cenderung lebih terbuka dan tidak ragu untuk berbagi cerita kepada orang lain. Mereka biasanya lebih jujur dan apa adanya.
Namun, terlalu sering mengonsumsi makanan pedas juga bisa berdampak buruk. Beberapa kasus mengungkapkan bahwa kebiasaan ini bisa menyebabkan masalah serius seperti maag akut atau bahkan kanker usus.
Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan konsumsi makanan pedas dengan makanan sehat lainnya.
Hingga saat ini, makanan pedas tetap digandrungi berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa, karena mudah ditemui di mana-mana.
Tapi, ingatlah untuk selalu menjaga kesehatan dengan pola makan yang seimbang.(mif)
Editor : Miftahul Khair