Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sakit Gigi tak Ancam Nyawa, tapi Bisa jadi Gejala Penyakit Lain

Miftahul Khair • Kamis, 12 September 2024 | 12:12 WIB
Ilustrasi sakit gigi. (FREEPIK)
Ilustrasi sakit gigi. (FREEPIK)

SAKIT gigi adalah kondisi ketika bagian dalam atau sekitar gigi dan rahang terasa sakit atau nyeri. Tingkat keparahan nyeri tersebut bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Sakit gigi juga dapat hilang timbul atau berlangsung secara terus-menerus. Bertepatan dengan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional, hari ini, 12 September, pontianakpost.jawapos.com akan mengulas sedikit mengenai jenis penyakit yang satu ini.

Situs alodokter.com menjelaskan jika umumnya sakit gigi merupakan gejala akibat penyakit pada gigi atau gusi. Namun, pada kasus tertentu, sakit gigi juga bisa menjadi tanda adanya penyakit di bagian tubuh lain yang nyerinya menjalar sampai ke sekitar gigi, misalnya gangguan pada sendi rahang, sakit telinga, sinus, atau penyakit jantung.

Meski umumnya tidak mengancam nyawa, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter gigi agar sakit gigi segera ditangani dengan tepat. Hal ini karena sakit gigi bisa saja disebabkan oleh penyakit yang berbahaya, seperti pembusukan gigi atau serangan jantung.

Sakit gigi biasanya muncul sebagai gejala dari suatu penyakit, baik itu penyakit yang berasal dari rongga mulut maupun bagian tubuh yang lain. Sakit gigi akibat masalah di dalam rongga mulut dapat disebabkan oleh gigi berlubang atau tambalan gigi yang rusak, gigi atau gusi yang meradang atau infeksi, gigi retak atau patah, gigi membusuk, gigi tanggal atau copot, gigi sensitive, proses tumbuh gigi, gigi bungsu yang tumbuh tidak normal (impaksi gigi), nanah di gigi, gusi bengkak, permasalahan pada kawat gigi, dan kebiasaan menggeretakkan gigi (bruxism).

Sedangkan sakit gigi akibat nyeri yang menjalar dari bagian tubuh lain dapat terjadi akibat migraine, sinusitis, penyakit jantung, penyakit paru-paru, serta gangguan pada saraf wajah (trigeminal neuralgia).

Selain itu, faktor-faktor di bawah ini juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami sakit gigi di antaranya merokok, menderita diabetes, menderita AIDS, serta mengonsumsi obat tertentu seperti obat imunosupresif.

Tingkat keparahan sakit gigi sangat beragam, mulai dari nyeri ringan yang hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, hingga nyeri parah yang tidak tertahankan. Nyeri akibat sakit gigi pun dapat terasa tajam, berdenyut, atau seperti ditusuk-tusuk.

Selain nyeri, beberapa gejala lain yang dapat timbul akibat sakit gigi adalah bengkak di gusi sekitar gigi yang sakit, bengkak pada rahang dan wajah, bau mulut yang tidak sedap (halitosis), perdarahan dari gigi atau gusi, serta sulit dan sakit saat membuka mulut.

Nyeri pada sakit gigi umumnya memburuk di malam hari, terutama saat penderita berbaring. Nyeri juga dapat memburuk ketika penderita makan dan minum, terlebih jika mengonsumsi makanan atau minuman yang panas, dingin, terlalu manis, atau terlalu asam.

Segera temui dokter bila sakit gigi sudah berlangsung lebih dari dua hari, atau bila nyeri tidak juga membaik meski telah melakukan penanganan mandiri. Selain itu, pemeriksaan oleh dokter diperlukan jika sakit gigi disertai dengan demam dan sakit kepala, nyeri saat mengunyah, sulit menelan, sesak napas, serta nyeri telinga. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#Sakit gigi bisa memicu penyakit jantung dan ginjal #sakit gigi