Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Insomnia Dapat Mengakibatkan Stroke! Simak Cara Penyebab dan cara Mengatasinya

Miftahul Khair • Kamis, 12 September 2024 | 15:16 WIB
Ilustrasi Insomnia yang dapat berdampak pada kesehatan anda. (FREEPIK)
Ilustrasi Insomnia yang dapat berdampak pada kesehatan anda. (FREEPIK)

PONTIANAK - Insomnia (sleep disorder) atau gangguan tidur, merupakan kondisi yang bisa mengganggu kualitas hidup. Karena ketika seseorang sulit untuk tidur, dan kekurangan tidur dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Banyak penanganan insomnia dengan mengonsumsi obat tidur, penyebaran obat yang paling banyak digunakan orang kini antaranya obat insomnia dan obat maag. Lantas cari tahu dulu apa penyebabnya.

Insomnia bisa diatasi tanpa obat, karena dengan mengonsumsi obat setiap saat tentunya memiliki efek samping. Ketika seseorang terbangun ditengah malam lalu tidak bisa kembali tidur, hal ini disebut juga dengan gangguan tidur.

Kurangnya waktu tidur membuat seseorang sulit untuk fokus, terlebih dalam pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Hal ini juga memengaruhi sisi emosionalnya, karena kelelahan kurang tidur menyebabkan emosi sulit teratur.

Penyebab Insomnia

Penyebab seseorang mengalami insomnia, bisa dilihat dari berbagai faktor. Faktor yang paling sering adalah karena faktor psikologi.

Ketika seseorang mengalami stres berlebihan dalam pekerjaan, keluarga, keuangan, dan hal lainnya. Yang secara terus menerus menjadi beban pikiran, berakhir dengan mengganggu kemampuan untuk rileks dan tertidur.

Perasaan cemas, depresi, dan trauma juga bisa mengganggu tidur. Karena hal ini berhubungan dengan pikiran, ketika otak terus menerus bekerja dan memikirkan hal mencemaskan. Diri akan merasa gelisah, sehingga tidak ada kesempatan tenang untuk beristirahat.

Beberapa penyakit juga bisa menyebabkan kesulitan tidur, seperti orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, lalu obesitas, dan asma akan sering terbangun karena kesulitan mengatur nafas mereka.

Efek Samping Insomnia

Ketika seseorang mengalami insomnia, hal pertama yang mereka cari untuk melampiaskan rasa kantuk yaitu makan. Menurut Dr.dr. Hans Tandra, Sp.PD-KEMD, Ph.D dari Channel Youtube podcast Good Talk TV, insomnia berdampak pada gangguan metabolisme dan lainnya.

Dari penjelasan dokter Hans, insomnia dalam jangka panjang akan menyebabkan obesitas. Ketika seseorang mulai obesitas, akan menimbulkan diabetes. Dengan gula dalam tubuh yang tidak terkendali, tubuh akan terjadi komplikasi.

Jantung, stroke, kanker, akan menyerang tubuh dikarenakan radang inflamasi terjadi, hal ini disebabkan oleh insulin resisten. Radang terjadi dan mengganggu imunitas tubuh sehingga, semua sendi akan bermasalah.

Gangguan pencernaan, efek pada saraf, dan hal lainnya bisa terjadi. Karena efek dari insomnia akan terus merambat ke seluruh tubuh, sehingga dampak parah insomnia merambat hingga penyakit dalam jika hal ini tidak ditangani dengan segera. 

Ketika kita tidur, tubuh akan recovery dan organ akan beristirahat. Sehingga dengan tidur teratur, tubuh akan menjadi sehat. Tidur teratur bukan hanya diukur dari lamanya tertidur, baiknya tidur mulai dari jam 10 atau 11 malam dan bangun di jam 5 atau jam 6.

Efek dari mengonsumsi obat tidur secara berlebihan, akan menimbulkan kemunduran otak. Sehingga otak akan bekerja dengan lambat, seperti menjadi pelupa, dan sulit konsentrasi. Jika bisa lakukanlah tanpa obat. 

Apakah Boleh Terus Menerus Konsumsi Obat?

Bagi para lansia mengonsumsi melatonin pada malam hari, karena ketika seseorang semakin tua pasti produksi melatonin dalam tubuh akan berkurang. Akibatnya tubuh tidak bekerja secara maksimal dalam beristirahat. 

Konsumsi melatonin hanya diperbolehkan 2-5 ml dalam sehari, tidak diperbolehkan lebih dari 10 ml. Dikonsumsi setelah makan malam, sekitar jam 7 atau 8 malam, karena hormon bekerja pada jam 7 atau 8 malam. 

Jangan mengonsumsi melatonin ketika merasa kesulitan tidur pada waktu dini hari, karena obat tersebut tidak akan memiliki efek.

Meskipun melatonin tidak berbahaya untuk dikonsumsi secara terus menerus, lebih baik lagi jika tubuh tertidur secara alami. Seperti mendengarkan musik agar menenangkan diri, dan aktivitas lainnya sebelum tidur akan jauh lebih baik bagi tubuh.

Dokter Hans menjelaskan bahwa ketika seseorang mengalami kesulitan tidur karena stres, temukan terlebih dahulu ada yang menjadi pemicu tersebut. Sehingga bisa menemukan cara lain, untuk mengatasi hal tersebut tanpa bantuan obat secara perlahan.

Jika memang kelelahan, kalian bisa melakukan tidur siang selama satu jam. Mulai dari jam 1 hingga jam 2, karena batas tidur siang adalah jam 2. Jika tidur siang di jam 3, itu akan menjadi gangguan tidur pada malam hari.

Cara Mengatasi Insomnia

Kalau bisa terapkan hidup sehat dengan tidur pada jam 10 atau 11 malam, dan bangun pada jam 5 atau 6 pagi. Tubuh akan menjadi lebih sehat. Hindari konsumsi obat secara terus menerus, karena efek samping dari obat akan sangat berbahaya.

Atur gaya hidup untuk tidur nyenyak, jangan makan terlalu banyak ketika malam hari. Karena semua organ akan terus bekerja. Kemudian jangan merokok karena dokter Hans menyatakan bahwa dalam sebuah penelitian, ternyata efek nikotin sama dengan efek kafein dalam kopi dan dapat meningkatkan adrenalin.

Membatasi kafein dalam tubuh, jangan mengonsumsi hal yang berjenis kafein selama 6 jam sebelum tidur. Karena sejatinya kafein bekerja untuk merangsang otak, sehingga ketika mengonsumsi kafein mendekati jam tidur itu akan mengganggu.

Hindari alkohol, karena konsumsi alkohol tidak membuat tidur lelap dan menimbulkan insomnia serta gangguan pada kesehatan. Perlunya olahraga tetapi hindari olahraga pada malam hari, karena ketika tubuh bekerja terlalu keras fisik akan terasa segar.

Batasi 4 jam sebelum tidur jangan ada aktivitas berat, sebaiknya olahraga dilakukan ketika pagi hingga sore hari. Karena ketika tubuh beraktivitas seharian, maka akan merasa lelah ketika malam hari dan bisa beristirahat.

Usahakan untuk bangun pada waktu yang tepat, bangun jam 6 pagi dan sarapan serta olahraga kecil secara konsisten akan membantu waktu tidur yang teratur. Hindari bermain dengan elektronik, seperti handphone, laptop, televisi, dan yang lainnya.

Karena sinar yang ditimbulkan oleh pencahayaan elektronik yang berubah, akan menimbulkan insomnia. Buatlah suasana kamar tidur yang tenang, sejuk, dan pencahayaan yang tidak terlalu terang.

Jika diperlukan bisa menggunakan penutup mata dan penutup telinga. Hal yang paling baik untuk dilakukan ketika malam hari sebelum tidur adalah mendengarkan musik instrumental. Instrumental pengantar tidur, melalui radio atau yang lainnya akan membuat otak menjadi rileks.

Selain itu, dengan membaca buku fisik yang good book juga bisa membantu untuk tidur yang nyenyak. Jika ditambahkan dengan mandi air hangat, lalu membaca buku dapat dipastikan akan mendapatkan tidur yang nyenyak.

Hal ini sangat mudah dilakukan, dan bisa kalian praktekan secara langsung. Tetapi harus secara konsisten untuk menerapkan hidup sehat dan tidur dengan teratur. (yol/mgg)

Editor : Miftahul Khair
#jantung #insomnia #Stroke #sleep disorder #gangguan tidur