PONTIANAK - Stres dan kekhawatiran sering kali dianggap sebagai bagian normal dari kehidupan sehari-hari.
Namun, stres yang dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan tubuh, baik secara fisik maupun mental.
Dr Sungadi Santoso membahas bagaimana stres yang tidak terkendali bisa mempengaruhi kesehatan Anda dalam akun YouTube SB30Health. Dan, pentingnya menjaga keseimbangan agar stres tidak merusak tubuh.
Apa Itu Stres?
Dr Sungadi menjelaskan, stres adalah respon alami tubuh ketika menghadapi situasi yang menantang atau berbahaya.
Tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang bertugas mendistribusikan energi ke organ-organ yang membutuhkannya saat tubuh merespons ancaman.
Contohnya, saat Anda melihat hewan buas atau menghadapi situasi berbahaya, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang membuat Anda siap melarikan diri untuk menyelamatkan diri.
Dalam kondisi tertentu, stres sebenarnya bermanfaat. Stres yang terkontrol dapat memotivasi kita untuk tetap waspada dan tanggap terhadap bahaya. Namun, masalah muncul ketika stres berlangsung dalam jangka panjang dan tanpa penyelesaian yang memadai.
Dampak Stres Berkepanjangan
Meskipun stres dapat memberikan manfaat dalam situasi berbahaya, terlalu banyak stres dalam jangka panjang dapat merusak kesehatan Anda.
Berikut ini beberapa akibat fatal dari stres dan kekhawatiran yang berlebihan:
- Gangguan pada Sistem Pencernaan
Salah satu tanda bahwa stres sudah mengganggu kesehatan Anda adalah munculnya masalah pada sistem pencernaan.
Misalnya, ketika Anda merasa khawatir atau gugup menjelang presentasi penting, mungkin Anda akan merasa sering buang air kecil atau perut terasa mulas.
Kondisi ini terjadi karena stres memaksa organ-organ dalam tubuh bekerja lebih keras.
Bagi mereka yang memiliki masalah lambung, stres yang berkelanjutan bisa memperburuk kondisi tersebut, meski telah menerima pengobatan.
- Stres dan Kinerja Otak
Stres yang berlebihan juga berdampak pada fungsi otak. Banyak orang yang mengalami tingkat stres tinggi cenderung menjadi pelupa.
Hal-hal kecil, seperti lupa tempat meletakkan kunci atau melupakan jadwal, sering terjadi pada mereka yang menderita stres kronis.
Jika tidak ditangani, stres yang terus-menerus dapat meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer.
- Masalah Psikologis
Stres juga dapat memengaruhi kesehatan mental Anda. Orang yang terlalu khawatir sering kali merasa terisolasi, suasana hati mudah berubah, dan merasa sulit untuk tidur nyenyak.
Kondisi-kondisi ini secara signifikan memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.
- Dampak Fisik Lainnya
Selain memengaruhi otak dan pencernaan, stres juga dapat menyebabkan keluhan fisik lainnya.
Misalnya, Anda mungkin merasa punggung terasa sakit tanpa alasan yang jelas.
Seringkali, masalah ini bukan semata-mata memerlukan pengobatan fisik, melainkan disebabkan oleh kecemasan dan kekhawatiran yang belum terselesaikan.
Cara Mengelola Stres
Salah satu cara efektif untuk mengurangi stres adalah dengan mengelola pikiran dan emosi.
Mindset yang positif, kemampuan untuk mengatur emosi, serta mencari solusi untuk masalah yang dihadapi bisa sangat membantu dalam mengurangi beban stres.
Sebagai tambahan, dr Sungadi menyebut, Anda bisa merujuk pada buku-buku seperti karya Dale Carnegie, yang mengajarkan cara praktis untuk mengatasi kekhawatiran dan menjalani hidup yang lebih seimbang.
Olahraga teratur, istirahat cukup, dan berbagi cerita dengan teman atau keluarga juga dapat membantu mengurangi stres.
Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika Anda merasa tidak mampu mengendalikan stres sendiri.
Stres adalah bagian dari kehidupan, tetapi stres yang berlebihan dan berkepanjangan dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.
Penting untuk belajar mengelola stres agar tidak merusak tubuh dan pikiran.
Dengan menjaga keseimbangan hidup dan mencari cara untuk mengatasi kekhawatiran, Anda bisa terhindar dari dampak buruk stres jangka panjang. (mif)
Editor : Miftahul Khair