PONTIANAK - Asam lambung atau gerd biasanya terjadi karena pola makan yang tidak teratur, gejala paling umum bagi pengidap gerd biasanya akan merasakan dada yang sakit dan rasa perih di ulu hati.
Dilansir lagi laman National Library of Medicine, Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi yang berkembang saat terjadinya aliran balik dari isi lambung ke esofagus.
Kondisi ini muncul sebagai penyakit refluks non-erosif atau esofagitis erosif.
Penyakit gerd ini sendiri merupakan gangguan gastrointestinal kronis, yang ditandai dengan regurgitasi isi lambung ke dalam esofagus.
Kondisi ini menyebabkan iritasi pada lapisan dalam kerongkongan dan menimbulkan berbagai gejala yang tidak nyaman.
Gejala Umum Gerd
Gerd umumnya akan menimbulkan beberapa efek pada tubuh, biasanya kemunculan gerd ditandai dengan rasa sakit pada ulu hati yang menjalar hingga ke dada.
Hal ini adalah yang paling umum dirasakan sebagian orang.
Selain itu ketika reaksi gerd terjadi, nyeri dada semakin bertambah mirip dengan serangan jantung.
Mual dan muntah juga bisa terjadi, karena asam lambung yang naik dapat menyebabkan mual. Selain itu sensasi pahit dalam mulut juga akan terasa.
Bahaya Gerd yang Perlu Diwaspadai
Bagi anda yang memiliki gerd, jangan pernah menganggap remeh penyakit ini.
Gerd akan menjadi sangat berbahaya bagi tubuh anda, dan menimbulkan penyakit lainnya yang mengganggu organ tubuh anda.
Asam lambung yang terus-menerus naik ke kerongkongan, dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada lapisan dalamnya.
Sehingga kerongkongan akan menjadi luka, dan menyebabkan batuk yang lebih sering terutama pada malam hari.
Peradangan kronis akibat gerd dapat menyebabkan jaringan parut terbentuk di kerongkongan, sehingga menyempitkan saluran makan.
Hal ini akan menjadikan anda kesulitan dalam menelan makanan padat, dan mengalami rasa tercekik ketika bernafas.
Iritasi kronis yang diakibatkan asam lambung, dapat menyebabkan perubahan sel-sel normal pada lapisan bawah menjadi sel yang abnormal.
Sehingga sel-sel abnormal ini, memiliki potensi untuk berubah menjadi sel kanker.
Serangan heartburn pada malam hari, dapat mengganggu kualitas tidur. Menyebabkan anda mudah kelelahan dan terjadi penurunan produktivitas.
Selain itu asam lambung yang naik ke mulut, juga dapat merusak enamel gigi yang menjadikan gigi lebih sensitif dan mudah berlubang.
Ketika asam lambung sudah menjadi semakin parah, dan sering naik ke tenggorokan.
Tentu dapat memicu gangguan pernapasan, anda akan mengalami batuk kronis dan memperburuk kondisi asma jika anda memiliki riwayat pengidap sakit asma.
Menangani dan Mengatasi Gerd
Ketika anda memiliki riwayat asam lambung, mulai dari dasar hingga yang sudah akut.
Harus ditangani dengan benar, seperti mengubah gaya hidup, penanganan medis, dan terapi lainnya.
Karena hal ini bermanfaat untuk mencegah asam lambung, menimbulkan penyakit lainnya yang kemungkinan besar akan terjadi.
Mengubah gaya hidup dianggap sebagai langkah awal dalam menghadapi asam lambung, pentingnya penurunan berat badan ketika memiliki kondisi obesitas.
Karena obesitas merupakan dasar dari faktor risiko signifikan bagi perkembangan gerd.
Penelitian telah menunjukkan bahwa penambahan berat badan pada individu, dengan BMI normal telah dikaitkan dengan perkembangan gejala gerd.
Sehingga anda harus mengatur pola makan menjadi lebih teratur, dan konsumsi makanan yang sehat.
Hindari mengonsumsi makanan yang bisa memancing gerd, seperti pedas dan asam yang berlebihan.
Karena hal ini akan kembali memicu gerd, sehingga akan menjadi lebih parah dari sebelumnya. (yol/mgg)
Editor : Miftahul Khair