PONTIANAK - Serangan jantung, dikenal juga sebagai infark miokard, adalah kondisi darurat medis yang mengancam nyawa.
Ini terjadi saat aliran darah ke otot jantung terhambat, menyebabkan kerusakan permanen jika tidak segera diatasi.
Penyebab utama serangan jantung adalah penyumbatan di arteri jantung akibat penumpukan plak atau penggumpalan darah.
Menurut Cleveland Clinic, jika tidak segera ditangani, serangan jantung bisa berakibat fatal.
Gejala Serangan Jantung
Gejala serangan jantung bervariasi, namun yang paling umum adalah nyeri dada yang terasa seperti ditekan, sesak, atau terbakar.
Nyeri ini bisa menjalar ke bahu, lengan kiri, leher, hingga punggung. Beberapa penderita juga mengalami sesak napas, pusing, mual, atau berkeringat berlebih.
Gejala pada perempuan kadang berbeda, mereka lebih cenderung merasa lelah luar biasa, nyeri punggung, atau sesak napas tanpa nyeri dada yang jelas.
Perlu diingat bahwa gejala serangan jantung bisa mirip dengan masalah pencernaan, seperti gangguan lambung atau mulas, sehingga sering diabaikan oleh banyak orang.
Maka dari itu, setiap keluhan yang mencurigakan harus segera diperiksakan ke dokter.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Serangan Jantung
Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung, antara lain:
- Usia dan jenis kelamin: Pria di atas 45 tahun dan wanita di atas 50 tahun lebih rentan.
- Riwayat keluarga: Jika keluarga dekat pernah mengalami penyakit jantung, risiko Anda lebih tinggi.
- Gaya hidup: Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, pola makan tidak sehat, serta kurangnya aktivitas fisik sangat berperan.
- Kondisi kesehatan: Diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas meningkatkan risiko serangan jantung.
Penanganan Serangan Jantung
Penanganan serangan jantung harus segera dilakukan untuk memulihkan aliran darah ke jantung.
Cleveland Clinic merekomendasikan penggunaan obat-obatan pengencer darah, seperti aspirin, hingga tindakan medis seperti angioplasti, di mana pembuluh darah yang tersumbat dibuka dengan balon dan diberi penyangga (stent).
Pada kasus yang lebih parah, prosedur bypass mungkin diperlukan untuk membuat jalur baru bagi darah agar mengalir ke otot jantung.
Cara Mencegah Serangan Jantung
Pencegahan serangan jantung bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti berhenti merokok, menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan mengelola stres.
Selain itu, rutin memeriksakan kesehatan jantung, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, sangat penting untuk mendeteksi tanda-tanda awal.
Serangan jantung memang menakutkan, tetapi bisa dicegah dan diatasi jika gejalanya dikenali lebih awal dan penanganan segera dilakukan. (mif)
Editor : Miftahul Khair