PONTIANAK - Tidur setelah makan adalah kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang, terutama setelah makan besar.
Namun, tahukah Anda bahwa hal ini dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan? Kali ini, dr Sungadi Santoso, yang lebih akrab disapa dr Sung dalam akun YouTube SB30Health, menjelaskan secara mendalam mengapa tidur setelah makan sangat tidak dianjurkan, terutama bagi Anda yang memiliki masalah pencernaan.
Proses Pencernaan Makanan di Lambung
Ketika kita makan, makanan akan dikunyah terlebih dahulu di mulut. Idealnya, makanan harus dikunyah sebanyak 32 kali sebelum ditelan, sebagaimana yang kita pelajari dalam pelajaran biologi di sekolah.
Namun, kebanyakan dari kita tidak melakukannya dan cenderung langsung menelan setelah beberapa kali kunyah, terutama saat makan mie atau makanan cepat saji lainnya.
Makanan yang telah dikunyah kemudian akan masuk ke lambung untuk dicerna lebih lanjut. Proses pengosongan lambung ini membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 4 jam, tergantung pada jenis makanan yang kita konsumsi.
Saat makanan masih berada di lambung, terutama dalam jumlah yang banyak, sangat berisiko jika kita langsung berbaring atau tidur setelah makan.
Bahaya Tidur Setelah Makan
Salah satu bahaya terbesar dari tidur setelah makan adalah GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau penyakit asam lambung.
GERD terjadi ketika makanan yang belum sepenuhnya dicerna di lambung naik kembali ke esofagus (kerongkongan).
Normalnya, makanan tidak bisa kembali naik karena ada katup di ujung bawah esofagus yang disebut LES (Lower Esophageal Sphincter).
Namun, jika katup ini melemah, makanan lebih mudah naik kembali.
Saat seseorang tidur dalam kondisi lambung penuh, posisi tubuh yang berbaring melawan gravitasi memperburuk keadaan.
Makanan dan asam lambung bisa terdorong kembali ke kerongkongan, menyebabkan sensasi panas di dada dan mulut yang terasa pahit.
Inilah gejala utama GERD yang sangat tidak nyaman dan bisa mengganggu kualitas tidur Anda.
Tips Aman Setelah Makan
Agar terhindar dari masalah ini, sangat disarankan untuk tidak langsung tidur setelah makan. Berikan waktu minimal 2 jam untuk lambung memproses makanan dengan baik sebelum berbaring.
Selain itu, perhatikan porsi makan Anda. Dr Sugn mengatakan sebuah pepatah bijak menyarankan, "Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang."
Prinsip ini penting karena makan terlalu banyak juga bisa memicu masalah pencernaan, terutama saat kita ingin tidur.
Idealnya, porsi makan hanya perlu sekitar 70 persen dari kapasitas lambung. Bayangkan lambung Anda seperti mesin penggiling semen (molen).
Jika mesin ini diisi terlalu penuh dengan pasir dan semen, ia tidak akan berfungsi dengan baik.
Begitu pula dengan lambung Anda yang akan kesulitan mencerna makanan jika terlalu penuh, terutama saat Anda berbaring setelah makan.
Dengan penjelasan ini, semoga Anda semakin paham mengapa tidur setelah makan bisa berdampak buruk pada kesehatan.
Jaga pola makan dan beri waktu yang cukup bagi tubuh untuk mencerna makanan sebelum Anda beristirahat. (mif)
Editor : Miftahul Khair