PONTIANAK - Penyakit jantung koroner (PJK) dulunya identik dengan usia tua, namun tren saat ini menunjukkan peningkatan signifikan pada usia muda.
Kondisi ini memprihatinkan karena PJK bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik.
Pada artikel ini, Pontianak Post akan membahas apa itu penyakit jantung koroner, faktor risiko, gejala, dan bagaimana mencegahnya, terutama bagi kalangan muda.
Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?
Dr Ronaldi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Omni Hospital Pekayon dilansir dari akun youtube Kata Dokter menjelaskan, penyakit jantung koroner adalah kondisi ketika aliran darah ke jantung terhambat akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah.
Hal ini biasanya disebabkan oleh penumpukan plak di arteri jantung akibat proses yang dikenal sebagai atherosclerosis.
Plak tersebut terbentuk dari kolesterol, lemak, dan zat-zat lain yang menempel di dinding pembuluh darah, sehingga menghalangi aliran darah yang lancar.
Gejala Penyakit Jantung Koroner
Penderita PJK sering merasakan beberapa gejala utama seperti:
- Nyeri dada (angina): Biasanya terasa di dada kiri, namun bisa menyebar ke bagian lain seperti dada kanan, punggung, bahkan menyerupai nyeri pada lambung (dyspepsia).
- Sesak napas: Napas terasa berat, terutama saat melakukan aktivitas fisik.
- Keringat dingin: Tubuh mengeluarkan keringat berlebih meski tidak melakukan aktivitas berat.
Gejala-gejala ini kerap diabaikan karena dianggap mirip dengan keluhan umum lainnya. Jika Anda merasakan tanda-tanda tersebut, terutama jika memiliki faktor risiko, segera periksakan diri ke dokter.
Baca Juga: Diduga Cemarkan Nama Baik Karolin-Erani, Sejumlah Akun Medsos Dilaporkan ke Polisi
Mengapa Anak Muda Rentan?
Dahulu, PJK lebih sering dialami oleh lansia. Namun kini, kata dr Ronaldi, semakin banyak kasus yang melibatkan orang berusia muda.
Penyebab utamanya adalah perubahan gaya hidup modern yang cenderung tidak sehat. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung pada anak muda meliputi:
- Polusi makanan: Konsumsi makanan cepat saji tinggi kolesterol dan garam mempercepat terjadinya hiperkolesterolemia dan hipertensi, yang memicu penyumbatan pada pembuluh darah.
- Kurangnya olahraga: Aktivitas fisik yang rendah, akibat kesibukan atau kebiasaan malas bergerak, turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko PJK.
- Merokok: Kebiasaan merokok secara signifikan memperbesar kemungkinan seseorang menderita penyakit jantung karena nikotin merusak pembuluh darah.
- Stres berlebihan: Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat memicu peningkatan tekanan darah dan memperburuk kesehatan jantung.
Bagaimana Mencegah Penyakit Jantung Koroner?
Untuk mencegah penyakit jantung koroner terutama bagi kaum muda, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:
- Rajin berolahraga: Setidaknya luangkan waktu 30 menit setiap hari untuk berolahraga. Olahraga ringan seperti jogging atau bersepeda bisa membantu menjaga kesehatan jantung.
- Konsumsi makanan sehat: Pilihlah makanan rendah lemak dan kolesterol, hindari makanan cepat saji, serta perbanyak konsumsi buah, sayuran, dan biji-bijian.
- Berhenti merokok: Rokok adalah salah satu faktor utama pemicu PJK. Menghentikan kebiasaan ini dapat menurunkan risiko secara signifikan.
- Kelola stres dengan baik: Lakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi, yoga, atau hobi yang menyenangkan untuk mengurangi stres.
Pemeriksaan untuk Deteksi Dini
Jika Anda merasakan gejala atau memiliki faktor risiko, dr Ronaldi sangat menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan yang biasa dilakukan antara lain:
- Elektrokardiogram (EKG): Mengukur aktivitas listrik jantung untuk mendeteksi gangguan.
- Treadmill test: Menguji kemampuan jantung saat diberi beban aktivitas fisik.
- CT Scan Koroner: Menghasilkan gambaran pembuluh darah jantung untuk melihat ada tidaknya penyumbatan.
Jika ditemukan adanya penyumbatan, dokter mungkin akan menyarankan tindakan medis seperti balonoplasti atau pemasangan stent guna membuka kembali aliran darah di pembuluh darah jantung.
Meningkatnya kasus penyakit jantung koroner pada usia muda merupakan masalah serius yang perlu diwaspadai.
Pola hidup yang tidak sehat menjadi salah satu faktor utama. Untuk itu, perubahan gaya hidup seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, dan menghindari rokok sangatlah penting untuk mencegah penyakit ini.
Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala-gejala penyakit jantung, karena deteksi dini dapat menyelamatkan hidup Anda. (mif)
Editor : Miftahul Khair