PONTIANAK - Rokok mengandung ribuan bahan kimia berbahaya, yang dapat merusak hampir seluruh organ tubuh. Kandungan adiktif seperti nikotin dalam rokok, membuat sulit bagi seorang perokok untuk berhenti.
Ketika anda menghirup rokok sama saja dengan, memasukkan sekitar 5000 lebih zat yang terkandung dalam rokok.
Dalam satu batang rokok terdapat zat yang bernama TAR, jadi resin yang berwarna hitam mulai melapisi gigi.
Sehingga hal ini bisa merusak enamel pada gigi, enamel yang sangat keras bisa hancur dan menyebabkan pembusukan jika terkena resin.
Bagi anda perokok berat pasti mengalami kerusakan gigi, seiring dengan berjalannya waktu.
Hal ini menyebabkan kerusakan ujung saraf pada hidung, sehingga mengakibatkan berkurangnya indera penciuman di saluran nafas dan paru-paru.
Merokok dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya infeksi.
Bisa dikatakan penyakit kronis salah satunya dari perokok, adalah penyakit paru obstruktif kronik.
Contohnya seperti bronkitis dan emfisema, karena asap rokok yang mengandung bahan kimia akan merusak bulu halus pada saluran pernapasan.
Hal ini dikenal dengan silia, silia berfungsi menyaring kotoran udara yang kotor agar tidak masuk ke paru.
Kemudian asap rokok juga akan memenuhi alveoli, alveoli adalah kantung kecil yang tugasnya mentransfer atau pertukaran gas antara oksigen dan karbondioksida.
Baca Juga: Telah Rasakan Dampak Percepatan Pembangunan, Milenial Ber1 Kubu Raya Siap Menangkan Midji-Didi
Zat yang Dihirup Perokok
Alveoli bertugas sebagai pertukaran antara oksigen yang dihirup, dan alveoli mengeluarkan karbondioksida yang ada dalam tubuh.
Tetapi bagi para perokok aktif, yang dihirup bukan oksigen melainkan zat karbonmonoksida.
Sehingga karbonmonoksida ini yang merupakan hasil pembakaran tadi, akan berkaitan dengan yang namanya hemoglobin atau HB.
Tugas hemoglobin adalah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Tetapi ketika karbonmonoksida masuk ke dalam tubuh, pasokan oksigen yang sebelumnya berada dalam tubuh akan kalah dengan zat karbonmonoksida.
Makanya banyak para perokok, yang kerap merasa sesak karena kekurangan oksigen.
Setelah sekitar sepuluh detik setelah menghisap rokok, darah akan membawa zat nikotin.
Nikotin akan memicu pelepasan dopamin dan neurotransmitter lainnya termasuk endorphin. Zat ini lah yang akan memicu sensasi, seseorang menjadi ketagihan atau adiktif.
Lalu Bagaimana Rokok Bisa Merusak Tubuh
Nikotin dan zat kimia lainnya, yang masuk ke dalam tubuh melalui asap rokok. Secara serentak akan membuat pembuluh darah menyempit, kemudian merusak lapisan endotelial pembuluh darah.
Sehingga menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah, lalu mudah untuk terjadi pembekuan darah.
Karena trombosit yang membeku, akan menimbulkan risiko terjadinya stroke dan penyakit jantung koroner.
Banyaknya zat kimia yang masuk ke dalam tubuh melalui rokok, dapat memicu mutasi DNA yang berakhir pada kanker.
Itu lah salah satu alasan, ketika anda membeli rokok pasti memiliki tulisan peringatan salah satunya kanker.
Bahan arsenik dan nikel yang ada pada rokok, dapat mengganggu proses perbaikan DNA. Ketika anda menjadi pecandu rokok, dan tiba-tiba memilih untuk berhenti. Anda akan merasa kekurangan nikotin.
Sehingga anda mudah merasa cemas, gelisah, bahkan sampai depresi. Mungkin juga anda akan merasa tidak fokus dalam melakukan apapun.
Tetapi efek baiknya ketika anda melepas rokok secara perlahan, tubuh anda akan menjadi lebih sehat dari sebelumnya.
Jangan langsung melepas total karena akan berbahaya, kurangi secara perlahan seperti misal ketika anda yang biasanya merokok sehari dua bungkus. Bisa anda kurangi menjadi satu hari, satu bungkus saja.
Secara bertahan juga anda bisa mencari penggantinya, seperti mengonsumsi permen karet atau spray mint untuk mulut.
Anda bisa meredakan rasa cemas anda mungkin dengan beraktivitas seperti olahraga, atau melakukan akupuntur. (yol/mgg)
Editor : Miftahul Khair