PONTIANAK - Radang usus merupakan kondisi di mana lapisan dalam usus, mengalami peradangan yang serius.
Biasanya kondisi ini akan menyebabkan berbagai gejala, seperti nyeri perut, diare, mual, dan penurunan nafsu makan.
Salah satu penyebab terjadinya radang usus, karena konsumsi makanan yang kurang higienis.
Makanan yang kurang higienis sering kali mengandung bakteri, virus, atau parasit berbahaya.
Ketika makanan dikonsumsi, mikroorganisme tersebut dapat masuk ke dalam tubuh.
Hal ini menyebabkan terjadinya infeksi pada saluran pencernaan, dan infeksi ini yang kemudian memicu radang pada usus.
Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM dari kanal Youtube Kata Dokter, menyatakan bahwa radang usus terdiri dari infeksi dan non-infeksi. Radang usus non-infeksi biasanya berhubungan dengan penyakit genetik.
Secara umum tentunya anda akan merasakan nyeri pada perut sekitar pusar, atau terkadang juga bisa dibawah pusar. Kemudian disusul dengan perubahan, yang terjadi pada bentuk fesesnya.
Bisa saja timbul jadi diare yang bercampur dengan lendir darah, hal ini memang bisa timbul pada setiap anda yang mengalami radang usus.
Biasanya ini merupakan infeksi yang cukup berat, sehingga bisa mengalami demam tinggi dan juga mual muntah serta kembung.
Ketika mengalami radang usus, yang harus diperhatikan adalah makanan. Hindari makanan yang asam, pedas, dan berlemak tinggi, karena hal ini akan menyebabkan radang usus semakin parah.
Makanan yang Harus Dihindari Bagi Pengidap Radang Usus
Hindari makanan mentah seperti daging mentah, ikan mentah, telur mentah, dan bahkan sayur mentah yang tidak dicuci dengan benar.
Karena pengidap radang usus sangat rentan, terhadap bakteri yang terkandung dalam makanan.
Hindari juga mengonsumsi makanan pedas, karena dapat merangsang produksi asam lambung dan memperparah peradangan pada usus.
Kemudian juga mengonsumsi makanan yang terlalu banyak serta, akan sulit dicerna oleh usus yang sedang meradang.
Makanan tinggi lemak juga dapat memperlambat proses pencernaan dan memperparah diare, hindari makan gorengan atau makanan cepat saji dan makanan berlemak lainnya.
Kemudian juga laktosa, gula alami dalam susu, dapat sulit dicerna.
Hindari kafein dan alkohol, karena dapat merangsang produksi asam lambung dan memperburuk diare.
Makanan yang mengandung gas seperti brokoli, kubis, dan bawang merah dapat menghasilkan gas dalam usus dan menyebabkan kembung.
Makanan olahan yang seringkali mengandung bahan pengawet, tentu sangat mengganggu proses pencernaan.
Terlebih jika ditambahkan dengan makanan manis, karena lonjakan gula darah akan memperburuk peradangan.
Ketika anda mengalami gejala radang usus, terlebih ketika parah dan berkepanjangan.
Segera konsultasikan dengan dokter, agar mendapatkan pemeriksaan yang lebih lanjut dan diberikan penanganan yang tepat.
Konsumsi makanan yang kurang higienis, merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya radang usus.
Dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih, dan mengolah makanan dengan benar tentu dapat melindungi anda dari risiko penyakit ini. (yol/mgg)
Editor : Miftahul Khair