PONTIANAK - ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut, merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada saluran pernapasan.
Seperti saluran pernapasan bagian atas, yang terdiri dari hidung, sinus, dan tenggorokan. Juga saluran pernapasan bawah, bronkus dan paru-paru. Bahaya ISPA bisa menyebabkan komplikasi pada tubuh yang lemah.
ISPA merupakan salah satu penyakit yang paling umum, terutama pada anak-anak. Biasanya ISPA umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri, beberapa diantaranya seperti rhinovirus yang menjadi penyebab pilek secara umum.
Kemudian virus influenza juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya ISPA, menurut dr Sungadi Santoso dari kanal YouTube SB30Health mengatakan bahwa infeksi disebabkan oleh kuman.
Infeksi akan menyerang saluran pernapasan bagian atas, mulai dari hidung ke mulut kemudian faring dan laring yang termasuk dalam kategori tenggorokan. Sehingga ketika infeksi sudah turun ke bawah, maka akan menyerang trakea, bronkus dan lainnya.
ISPA dapat menyerang siapa saja, terutama bagi orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Daya tubuh akan menurun juga ketika dipengaruhi oleh faktor cuaca, seperti musim hujan dengan suhu yang cukup dingin.
Tentu hal ini mempengaruhi daya tahan tubuh anda, yang akan menurun dan lebih mudah terinfeksi virus. Selain itu, ISPA juga rentan terhadap anak-anak dan orang tua. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuhnya, tidak sekuat orang-orang dewasa.
Tetapi ada juga faktor lainnya, seperti terlalu banyak makan gorengan. Terlalu banyak makan gorengan akan menyebabkan leher menjadi gatal, terlebih jika minyak dari gorengan yang dikonsumsi tidak cukup baik.
Sehingga leher terasa gatal dan akan terjadi peradangan, setelahnya virus akan lebih mudah untuk masuk dan menginfeksi.
Gejala ISPA
Gejala ISPA sangat bervariasi, tergantung pada bagian saluran pernapasan apa yang terinfeksi. Lalu akan diperiksa juga secara berkelanjutan, mengenai jenis kuman penyebabnya.
Biasanya beberapa gejala umum ISPA bagian pernapasan atas bisa dilihat dari pilek, sakit tenggorokan, batuk, demam, serta sakit kepala. Gejala ISPA bagian pernapasan bawah, ditandai dengan demam tinggi, sesak napas, dan nyeri dada.
Hidung mengeluarkan ingus atau runny nose, ada juga yang tersumbat. Kemudian gejala lain seperti sakit kepala, badan pegal, terasa lemas dan nyeri, kehilangan nafsu makan, mengalami bindeng telinga atau pekak, merupakan tanda bahwa anda terkena ISPA.
Ketika anda merasa pendengaran anda menurun saat mendengar sesuatu, biasanya ini disebabkan oleh saluran hidung yang menuju ke telinga (saluran tuba eustachius) tersumbat oleh mukosa atau lendir.
Sakit ISPA sangat mudah menular, karena penyebabnya adalah virus. Virus memiliki sifat yang ringan, sehingga akan terbang terbawa oleh udara. Seperti yang diketahui bahwa virus banyak sekali terkandung dalam udara.
Ketika salah satu anggota keluarga mengalami ISPA, dan tidak menjaga jarak dengan anggota keluarga lain. Maka penularan akan terjadi, dengan jarak 2-3 hari, terlebih jika ada anak-anak. Sehingga sebisa mungkin kurangi kontak secara langsung.
Faktor Risiko ISPA
Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena ISPA, salah satunya adalah usia. Bayi, anak-anak, dan lansia lebih rentan terhadap ISPA, hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor yang berbeda.
Pada bayi tentu masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang, sedangkan anak-anak masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang sedang berkembang. Kemudian pada lansia, pastinya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Saluran pernapasan pada bayi juga terbilang masih sempit, sehingga cukup berbahaya jika bayi terkena ISPA. Para lansia terkadang memiliki fungsi paru-paru yang menurun, sehingga sulit membersihkan saluran pernapasan dari kuman.
Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS atau yang sedang menjalani kemoterapi akan lebih mudah terinfeksi virus. Terlebih jika terpapar oleh asap rokok, dan kontak fisik dengan orang yang sedang pilek.
Komplikasi ISPA
Ternyata dari ISPA bisa menjadi komplikasi loh. Pada sebagian besar kasus, ISPA bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Akan tetapi pada beberapa kasus, terutama pada anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
ISPA bisa saja menyebabkan komplikasi yang cukup serius, seperti menyebabkan pneumonia atau infeksi paru-paru. Kemudian juga ada bronkitis, sinusitis, dan otitis media atau infeksi telinga tengah.
ISPA bisa dicegah melalui vaksinasi, seperti vaksin influenza dan pneumonia, selain itu tetap jaga jarak dengan orang yang sedang terinfeksi virus seperti flu dan batuk. Selalu gunakan masker dan cuci tangan secara teratur.
Jika sudah mencapai tahap yang serius, pengobatan ISPA perlu dilakukan. Hal ini bertujuan agar meredakan gejala dan mempercepat proses penyembuhan. Tetapi biasanya pengobatan yang diberikan, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan ISPA.
Ketika anda mengalami ISPA yang ringan, anda bisa lakukan beberapa tips menjaga keseimbangan tubuh. Seperti beristirahat dengan baik, kemudian perbanyak minum air hangat, konsumsi makanan bergizi yang penuh vitamin.
Hindari gorengan dan air es, jika anda mengalami batuk yang sering atau demam. Bisa melakukan konsultasi kepada dokter, agar mendapatkan obat yang sesuai dan juga vitamin. Hindari polusi dan penularan, agar tubuh tetap terjaga. (yol/mgg)
Editor : Miftahul Khair