PONTIANAK - Gorengan adalah salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia, namun di balik rasanya yang lezat, gorengan memiliki efek negatif bagi kesehatan.
Menurut dr Zaidul Akbar lewat kanal youtube-nya, salah satu penyebab utama banyak orang mengalami masalah kesehatan, terutama diabetes, adalah konsumsi makanan olahan seperti tepung dan gula yang berlebihan.
Apalagi, jika makanan tersebut digoreng dengan minyak yang tidak sehat. Gorengan dapat meningkatkan jumlah kalori secara signifikan dan memicu berbagai masalah kesehatan.
Dalam artikel ini, Pontianak Post akan membahas lebih dalam tentang mengapa Anda harus mengurangi konsumsi gorengan dan bagaimana mengganti metode memasak dengan cara yang lebih sehat.
Mulai dari menggunakan minyak kelapa atau minyak zaitun, hingga mengurangi frekuensi menggoreng makanan, semua ini bisa membantu menjaga kesehatan Anda dalam jangka panjang.
- Kalori Meningkat Signifikan
Menurut dr Zaidul Akbar, karbohidrat yang digoreng, seperti kentang, mengalami peningkatan kalori hingga empat kali lipat dibandingkan dengan kentang yang direbus.
Sebagai contoh, kentang rebus hanya mengandung sekitar 90 kalori, namun saat digoreng menjadi kentang goreng (french fries), kalorinya naik hingga 200 kalori.
Jika dijadikan keripik, kalorinya bisa mencapai 300 kalori lebih. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh proses penggorengan terhadap jumlah kalori dalam makanan.
- Minyak Goreng Tidak Sehat
Dr Zaidul juga menjelaskan bahwa minyak goreng yang digunakan secara berulang atau minyak yang berkualitas buruk, seperti minyak sayur atau minyak sawit, dapat memicu pembentukan lemak jahat dalam tubuh.
Lemak ini kemudian berpotensi menyebabkan berbagai penyakit seperti obesitas, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.
Sebagai alternatif, ia menyarankan untuk menggunakan minyak kelapa atau minyak zaitun yang lebih sehat.
Baca Juga: Restorasi Ekosistem di Peru dan Indonesia: Persamaan dan Perbedaan
- Hindari Tepung dan Gula Berlebihan
Selain minyak, tepung dan gula yang berlebihan dalam makanan olahan juga menjadi masalah utama.
Gorengan yang menggunakan tepung sebagai lapisan luar makanan menambah kandungan karbohidrat sederhana yang bisa memicu lonjakan gula darah.
Oleh karena itu, mengurangi konsumsi gorengan berarti juga mengurangi asupan tepung dan gula yang tidak diperlukan tubuh.
- Tips Memasak Sehat
Jika Anda ingin tetap menikmati makanan lezat namun lebih sehat, dr Zaidul merekomendasikan untuk mengolah makanan dengan cara disangrai, direbus, atau dipanggang.
Selain itu, mengganti minyak goreng dengan ghee atau butter yang lebih sehat juga merupakan pilihan baik.
Dengan demikian, Anda tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa perlu khawatir akan efek buruknya.
Mengurangi konsumsi gorengan bukan hanya soal menjaga berat badan, tetapi juga langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Dengan mengganti metode memasak dan menggunakan bahan-bahan yang lebih sehat, Anda bisa tetap menikmati makanan lezat tanpa mengorbankan kesehatan. (mif)