Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pentingnya Cuci Tangan dengan Sabun dan Cara Tepat Melakukannya

Miftahul Khair • Selasa, 15 Oktober 2024 | 14:05 WIB
Ilustrasi cuci tangan.
Ilustrasi cuci tangan.

CUCI tangan dengan sabun adalah cara terbaik untuk menghentikan penyebaran kuman dibandingkan hanya dengan memakai air saja. Kebiasaan sederhana ini terbukti efektif dalam menurunkan risiko berbagai penyakit. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mencuci tangan yang benar.

Dilansir dari situs Alodokter, penyebaran kuman melalui tangan sering menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencuci tangan, setiap 15 Oktober diperingati sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (Global Handwashing Day).

Selain meningkatkan kesadaran, peringatan ini bertujuan untuk mencegah masyarakat terserang penyakit dan menyebarkan kuman ke orang lain, serta menurunkan tingkat kematian akibat penyakit menular.

Situs Alodokter berpandangan bahwa mencuci tangan menjadi salah langkah efektif untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit. Menurut studi, membiasakan diri mencuci tangan menggunakan sabun bisa mengurangi jumlah penderita diare sebesar 23 – 40 persen dan penyakit pernapasan sebesar 16 – 21 persen.

Situs ini sendiri mengajarkan bagaimana cara yang tepat mencuci tangan dengan sabun yang tepat. Menurut mereka, semua harus dimulai dengan membasuh tangan dengan air bersih, menggunakan sabun ke seluruh bagian tangan, mulai dari telapak dan punggung tangan, sela-sela jari, hingga area di bawah kuku; menggosokkan tangan selama 20 detik, serta membilas tangan dengan air hingga bersih, lalu keringkan.

Menurut mereka, segala jenis sabun sebenarnya dapat digunakan untuk mencuci tangan. Tetapi, mereka tak memungkiri jika sabun antibakteri atau antiseptik cenderung lebih sering digunakan.

Terkadang, tak dipungkiri mereka juga jika jenis sabun ini bisa menimbulkan iritasi kulit bagi orang yang memiliki kulit sensitif.

Untuk menyiasatinya, mereka menyarankan agar menggunakan pelembap yang mengandung petroleum jelly setelah selesai mencuci tangan dengan sabun, guna mencegah kulit menjadi kering dan mengembalikan kelembapan kulit tangan.

Kemudian jika sabun dan air mengalir tidak tersedia, mereka menyarankan agar menggunakan tisu basah antibakteri dan hand sanitizer dengan kandungan alkohol setidaknya 60 persen untuk membunuh kuman di tangan.

Mereka menggambarkan bagaimana umumnya, setiap orang terkadang sering menyentuh mata, hidung, dan mulut tanpa disadari. Padahal, hal tersebut justru membuat kuman dengan mudah masuk ke dalam tubuh melalui ketiga area yang disentuh tadi.

Selain itu, ketika makan tanpa mencuci tangan, kuman yang berada di tangan, menurut mereka, juga bisa masuk ke minuman dan makanan, baik saat menyiapkan makanan atau saat mengonsumsinya.

Bila dibiarkan terus menerus, kebiasaan tidak mencuci tangan, diingatkan mereka, bisa menyebabkan diare, infeksi saluran pernapasan, serta infeksi kulit dan mata.

Mereka juga mengingatkan mengenai pentingnya mencuci tangan dengan sabun setiap saat, terutama pada berbagai kondisi seperti sebelum dan sesudah makan,

sebelum, selama, dan setelah menyiapkan makanan; sebelum dan sesudah merawat seseorang yang sedang sakit, sebelum dan sesudah merawat luka, sebelum dan setelah mengganti popok bayi, setelah menggunakan toilet, setelah bersin atau batuk, setelah menyentuh sampah, serta setelah menyentuh atau membersihkan kotoran hewan. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#cuci tangan pakai sabun #hari cuci tangan sedunia