PONTIANAK - Di Indonesia, masih banyak beredar mitos seputar kesehatan yang sering dipercaya oleh masyarakat.
Mitos-mitos ini tidak hanya membuat bingung, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan jika terus dipercayai tanpa dasar ilmiah.
Berikut ini, 10 mitos kesehatan populer yang perlu Anda ketahui kebenarannya menurut dr Sungadi Santoso dari kanal YouTube SB30Health.
- Menstruasi Tidak Boleh Keramas
Banyak yang beranggapan bahwa saat menstruasi, wanita tidak boleh keramas karena dianggap dapat menghentikan aliran darah haid atau menyebabkan nyeri lebih parah.
Faktanya, mandi atau keramas saat menstruasi tidak berhubungan dengan aliran darah atau rasa sakit.
Justru menjaga kebersihan tubuh penting untuk mengurangi ketidaknyamanan selama haid.
Solusi terbaik untuk nyeri haid adalah pola makan sehat dan olahraga teratur.
- Cacar Air Tidak Boleh Mandi
Mitos ini menyatakan bahwa anak-anak yang terkena cacar air tidak boleh mandi karena akan memperparah kondisi.
Sebaliknya, mandi sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan kulit dan mencegah infeksi sekunder akibat bakteri.
Anak yang tidak mandi malah berisiko mengalami komplikasi akibat kulit yang kotor.
- Payudara Kecil Lebih Aman dari Kanker
Banyak yang percaya bahwa ukuran payudara kecil berarti risiko kanker payudara lebih rendah.
Padahal, risiko kanker payudara tidak ada hubungannya dengan ukuran payudara.
Faktor-faktor seperti usia, paparan radiasi, dan gaya hidup lebih mempengaruhi risiko kanker payudara.
- Naik Tangga Menyebabkan Hipertensi
Mitos ini menyatakan bahwa naik tangga bisa menyebabkan darah tinggi.
Faktanya, aktivitas fisik seperti naik tangga memang dapat meningkatkan tekanan darah sementara, tetapi tidak akan menyebabkan hipertensi permanen.
Penyebab utama hipertensi adalah pola makan tidak sehat dan tingkat stres yang tinggi.
- Stres Bisa Membuat Rambut Putih Semalam
Banyak orang percaya bahwa stres dapat membuat rambut memutih dalam semalam.
Stres memang bisa mempercepat penuaan, termasuk membuat rambut lebih cepat rontok atau beruban, tetapi proses ini tidak terjadi dalam semalam.
Dibutuhkan waktu yang cukup lama dan tingkat stres yang berkelanjutan.
- Susu Campur Soda Membersihkan Paru-Paru Perokok
Mitos ini menyebutkan bahwa mencampur susu dengan soda bisa membersihkan paru-paru perokok.
Padahal, tidak ada bahan makanan atau minuman yang dapat membersihkan paru-paru.
Satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan paru-paru adalah berhenti merokok dan mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah dan sayuran.
- Diabetes Basah dan Kering
Banyak orang percaya bahwa ada dua jenis diabetes, yaitu basah dan kering.
Faktanya, diabetes diklasifikasikan menjadi tipe 1 dan tipe 2.
Diabetes tipe 1 berhubungan dengan kurangnya insulin, sedangkan tipe 2 biasanya disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat.
- Diabetes Hanya Penyakit Keturunan
Ada anggapan bahwa diabetes hanya disebabkan oleh faktor keturunan.
Padahal, meskipun faktor genetik bisa berperan, pola hidup seperti kebiasaan makan dan kurangnya aktivitas fisik adalah penyebab utama diabetes tipe 2.
Jadi, meskipun ada riwayat keluarga, menjalani hidup sehat bisa mencegah diabetes.
- Olahraga Memperburuk Sendi
Banyak yang mengira olahraga justru memperburuk kesehatan sendi, padahal olahraga teratur justru dapat memperkuat otot dan melindungi sendi dari kerusakan.
Bagi yang memiliki berat badan berlebih, pilihlah olahraga seperti bersepeda atau berenang yang tidak membebani sendi lutut.
- Makan Cabai Membuat ASI Pedas
Beberapa ibu menyusui takut makan cabai karena khawatir ASI mereka akan terasa pedas.
Faktanya, makanan yang dikonsumsi ibu tidak mempengaruhi rasa ASI.
Jadi, ibu menyusui tetap bisa makan makanan pedas tanpa khawatir bayi merasa kepedasan.
Itulah 10 mitos kesehatan yang sering beredar di masyarakat.
Penting untuk selalu memeriksa kebenaran informasi yang kita terima, terutama yang berkaitan dengan kesehatan.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli medis agar tidak termakan mitos yang bisa berdampak buruk pada tubuh. (mif)
Editor : Miftahul Khair