PONTIANAK - Mandi merupakan aktivitas rutin yang dilakukan hampir semua orang untuk menjaga kebersihan dan menyegarkan tubuh.
Namun, ada mitos yang cukup populer: apakah membasahi kepala terlebih dahulu saat mandi dapat memicu gangguan kesehatan serius seperti stroke?
Beberapa orang percaya tindakan ini dapat mengganggu sirkulasi darah ke otak. Untuk meluruskan persepsi ini, mari kita bahas berdasarkan artikel dari The Cable.
- Mitos Membasahi Kepala dan Risiko Gangguan Kesehatan
Mitos bahwa membasahi kepala lebih dulu saat mandi bisa memicu kondisi kesehatan serius telah beredar luas.
Menurut kepercayaan ini, perubahan suhu tubuh yang mendadak—dimulai dari kepala—dapat menyebabkan terganggunya aliran darah, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit otak.
Beberapa orang bahkan menyarankan untuk membasahi bagian tubuh lain terlebih dahulu guna mengurangi risiko tersebut.
Namun, melansir dari The Cable, klaim ini tidak didukung bukti ilmiah yang kuat.
Gangguan pada otak yang dikenal dengan istilah medis sebagai serangan mendadak terjadi ketika pasokan darah ke otak terhenti atau terganggu.
Penyebab utamanya biasanya adalah penyumbatan arteri (iskemia) atau pecahnya pembuluh darah.
Faktor risiko yang lebih signifikan mencakup tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, kebiasaan merokok, dan gaya hidup tidak sehat.
Membasahi kepala saat mandi tidak memiliki hubungan langsung dengan masalah ini.
Baca Juga: DPRD Kapuas Hulu Dukung Deklarasi Pilkada Damai
- Penjelasan Medis Tentang Gangguan pada Otak
Penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak terjadi akibat berbagai kondisi, seperti penyempitan arteri atau plak yang menumpuk.
Masalah ini lebih sering terjadi karena pola hidup yang buruk, seperti diet yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok.
Kondisi ini bisa memicu serangan mendadak pada otak.
Menurut The Cable, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa membasahi kepala terlebih dahulu, baik dengan air dingin maupun panas, memiliki kaitan langsung dengan masalah aliran darah yang menyebabkan gangguan pada otak.
- Perubahan Suhu dan Reaksi Tubuh
Tubuh kita memang bereaksi terhadap perubahan suhu mendadak.
Ketika seseorang tiba-tiba membasahi kepala atau tubuh dengan air dingin, pembuluh darah dapat menyempit sebagai respons terhadap perubahan suhu.
Namun, reaksi ini adalah bagian dari mekanisme pertahanan alami tubuh dan biasanya tidak berbahaya bagi individu yang sehat.
Bagi orang yang memiliki masalah jantung atau tekanan darah tinggi, perubahan suhu ekstrem mungkin dapat memicu lonjakan tekanan darah.
Meski demikian, risiko ini lebih terkait dengan kondisi kardiovaskular dan tidak dapat dikatakan sebagai penyebab utama gangguan pada otak.
- Kapan Harus Berhati-hati?
Meski membasahi kepala terlebih dahulu saat mandi tidak menyebabkan serangan pada otak, orang dengan riwayat penyakit jantung atau tekanan darah tinggi sebaiknya berhati-hati terhadap perubahan suhu mendadak.
Mereka yang memiliki masalah ini disarankan untuk tidak mandi dengan air yang terlalu dingin atau terlalu panas, karena bisa memicu lonjakan tekanan darah.
Baca Juga: Yoggy Perdana Dorong Potensi Wisata di Pontianak Utara
Secara umum, tidak ada bukti ilmiah yang menghubungkan kebiasaan ini dengan kondisi kesehatan serius seperti gangguan pembuluh darah di otak.
Jika Anda memiliki masalah kesehatan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan nasihat yang tepat.
- Meluruskan Mitos
Kesimpulannya, membasahi kepala terlebih dahulu saat mandi tidak menyebabkan masalah pada otak.
Kondisi kesehatan ini disebabkan oleh penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak, yang lebih terkait dengan faktor gaya hidup seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kebiasaan merokok.
Meskipun perubahan suhu tubuh bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah sementara, ini bukan penyebab utama kondisi medis serius pada otak.
Mitos ini tidak berdasar secara medis.
Jika Anda masih memiliki kekhawatiran atau kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan tenaga medis.
Fokuslah pada menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung dengan pola hidup sehat, termasuk olahraga teratur dan konsumsi makanan bergizi. (mif)
Editor : Miftahul Khair