KAMUS Besar Bahasa Indonesia mengartikan menopause sebagai tidak haid lagi (karena usia lanjut) atau mati haid. Bagaimana situasi ini bisa terjadi, pontianakpost.jawapos.com akan mengulas semua yang berkaitan dengan kondisi kesehatan yang satu ini persis di Hari Menopause Sedunia (World Menopause Day) yang diperingati setiap 18 Oktober.
Situs Alodokter menjelaskan bahwa menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami, yang biasanya terjadi saat wanita memasuki usia 45–55 tahun. Seorang wanita bisa dikatakan sudah menopause bila tidak lagi mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.
Menopause tidak hanya ditandai dengan berhentinya menstruasi. Wanita yang telah menopause juga mengalami banyak perubahan, mulai dari penampilan fisik, kondisi psikologis, hingga hasrat seksual. Selain itu, wanita yang sudah menopause juga tidak bisa hamil lagi.
Baca Juga: Jelang DBL 2024, Tim SMAN 3 Targetkan ke Final dan Juara
Perubahan tubuh ketika menopause bisa terjadi secara bertahap atau tiba-tiba. Periode terjadinya perubahan tersebut dinamakan masa perimenopause. Periode ini bisa berlangsung beberapa tahun sebelum menopause dan umumnya dimulai saat usia 40 tahun, tetapi bisa juga terjadi lebih awal.
Menopause sendiri merupakan proses alami yang terjadi saat seorang wanita bertambah tua. Seiring usia bertambah, indung telur akan makin sedikit memproduksi hormon kewanitaan. Akibatnya, indung telur tidak lagi melepaskan sel telur dan menstruasi akan berhenti.
Namun, dalam beberapa kasus, menopause juga dapat terjadi lebih dini, yaitu sebelum usia 40 tahun. Alodokter menjelaskan kondisi ini dapat terjadi akibat primary ovarian insufficiency atau kelainan genetik atau penyakit autoimun, yang membuat indung telur berhenti berfungsi. Kondisi ini merupakan kejadian langka yang hanya terjadi pada 1 persen populasi wanita di dunia.
Sebab lain juga bisa terjadi lantaran operasi pengangkatan rahim (histerektomi). Meski seorang wanita tidak akan langsung mengalami menopause, tetapi cenderung mengalami menopause lebih awal. Namun, menopause dapat langsung terjadi setelah histerektomi apabila indung telur ikut diangkat.
Pengobatan kanker melalui kemoterapi atau radioterapi untuk mengatasi kanker rahim, ternyata juga dapat merusak indung telur, sehingga memicu menopause dini. Namun, risiko terjadinya menopause dini tergantung pada obat kemoterapi yang digunakan, lokasi radioterapi, dan usia penderita saat pengobatan dilakukan.
Gejala menopause sendiri dimulai ketika wanita memasuki masa perimenopause, yaitu beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum menstruasi berhenti. Durasi dan tingkat keparahan gejala yang timbul bisa berbeda-beda pada tiap wanita.
Gejala atau tanda-tanda menopause dapat berupa perubahan siklus menstruasi, di mana wanita pada masa perimenopause akan mulai mengalami perubahan siklus menstruasi, seperti menstruasi menjadi tidak teratur, kadang terlambat atau lebih awal dari biasanya (oligomenorea), serta darah yang keluar saat menstruasi dapat lebih sedikit atau justru lebih banyak. Kemudian perubahan penampilan fisik rambut rontok, kulit kering, payudara kendur, sendi terasa nyeri dan kaku, massa otot dan tulang berkurang, serta berat badan bertambah.
Di sisi lain, gejala yang bisa diperlihatkan seperti suasana hati berubah-ubah atau moody, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, sulit tidur atau insomnia, hingga depresi. Kemudian gejala yang dialami wanita perimenopause juga dapat mengalami perubahan seksual, seperti vagina menjadi kering hingga penurunan libido (gairah seksual).
Selain perubahan-perubahan tersebut, gejala lain yang dapat ditemukan pada wanita perimenopause adalah merasa panas atau gerah, sehingga mudah berkeringat (hot flashes), berkeringat di malam hari, migraine, sakit kepala, nyeri sendi, serta jantung berdebar.
Menopause adalah proses alami pada tubuh wanita yang tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, ada upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah gejala menopause agar tidak bertambah parah, seperti menghindari makanan pedas dan minuman panas, berkafein, atau beralkohol; menciptakan lingkungan rumah yang sejuk dan nyaman, mengenakan pakaian berbahan katun agar tubuh terasa sejuk, menerapkan teknik relaksasi, antara lain dengan meditasi, pengaturan napas, yoga, serta taichi; serta menggunakan pelumas vagina berbahan dasar air.
Selain itu, untuk mencegah penyakit yang dapat timbul akibat menopause, wanita disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat, seperti berolahraga secara rutin, minimal 30 menit setiap hari; beristirahat yang cukup, tidak merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol, menerapkan pola makan yang sehat dan memperbanyak asupan serat dari buah dan sayuran, membatasi asupan lemak, gula, dan minyak; serta berkonsultasi ke dokter mengenai perlunya mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D. (ote)
Editor : Miftahul Khair